
Manchester United menelan kekalahan telak 1-4 dari Como dalam ajang Liga Champions pada Rabu malam.
Hasil mengecewakan ini dengan segera memicu gelombang kritik pedas dari para legenda klub, yang mempertanyakan performa dan mentalitas tim di salah satu kompetisi paling bergengsi Eropa.
Peter Schmeichel, kiper legendaris Setan Merah, tanpa ragu melontarkan kritik tajam kepada sejumlah pemain dan kinerja skuad secara menyeluruh.
Sorotan utama Schmeichel diarahkan kepada bek Matthijs de Ligt yang tampil sebagai starter setelah absen panjang akibat cedera.
Ia menilai pemain asal Belanda itu belum mencapai kondisi permainan terbaiknya, kondisi yang terpancar jelas di lapangan hijau.
“Dia belum bermain semenit pun sejak November musim lalu; dia baru pertama kali duduk di bangku cadangan saat melawan Leeds, dan saya tidak tahu seberapa banyak dia sudah berlatih,” kata Schmeichel, dikutip dari Express.
Ia melanjutkan, “tetapi hal itu terlihat di lapangan.”
Noussair Mazraoui juga tidak luput dari kecaman Schmeichel.
Pemain asal Maroko itu memulai pertandingan sebagai bek kiri sebelum bergeser ke kanan, namun penempatan posisinya dinilai tidak memadai, termasuk saat Como mencetak gol kedua.
“Penempatan posisinya dan hal-hal lainnya benar-benar tidak cukup baik,” ujar kiper legendaris tersebut.
Namun, kritik Schmeichel tidak berhenti pada individu.
Ia juga mempertanyakan keberanian dan determinasi seluruh skuad Manchester United ketika menghadapi gempuran Como, sebuah indikasi masalah mentalitas tim.
“Mereka terlihat seperti tim yang setiap pemainnya merasa tertekan, kehilangan keberanian, dan tidak cukup berani untuk mengambil inisiatif menyerang Como,” jelasnya.
Kekecewaan mendalam juga terlihat di kalangan suporter setia yang hadir di Stadion Giuseppe Sinigaglia.
Dari sekitar 700 pendukung Setan Merah yang hadir, hanya sekitar 100 orang yang masih bertahan hingga peluit akhir pertandingan dibunyikan, mencerminkan frustrasi yang luar biasa atas hasil tersebut.
Manajer Manchester United, Michael Carrick, mengakui bahwa hasil tersebut sangat mengecewakan dan dengan tegas menyatakan dirinya bertanggung jawab penuh atas performa tim.
“Ini lebih dari sekadar mengecewakan,” kata Carrick, menunjukkan kedalaman kekecewaannya.
Legenda MU lainnya, Dimitar Berbatov, turut menyuarakan keprihatinannya.
Berbatov mempertanyakan apakah para pemain saat ini memang memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi kompetisi, mengingat standar yang diharapkan dari klub sekelas Manchester United.
Menurut Berbatov, kekalahan semacam ini kembali memunculkan pertanyaan fundamental mengenai kualitas intrinsik pemain, arah strategis tim, dan posisi pelatih di tengah tekanan yang kian memuncak.
Meskipun mendukung agar Carrick diberikan lebih banyak waktu, ia mengakui bahwa performa Manchester United kali ini sangat sulit untuk dibela.
“Rasanya seperti orang dewasa melawan anak-anak,” ujar Berbatov, menggambarkan ketimpangan performa yang terjadi di lapangan.
Kekalahan dari Como ini merupakan kekalahan kedua beruntun Manchester United dalam tiga pertandingan pertama mereka di Liga Champions musim ini, menempatkan mereka dalam posisi sulit di fase grup.
Situasi ini semakin mendesak saat MU akan menghadapi Bournemouth di Old Trafford dalam lanjutan Premier League, di mana tuntutan untuk meraih kemenangan sangat tinggi demi mengembalikan kepercayaan diri dan stabilitas tim.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor