Langsung ke konten
beritana
Breaking

Kekhawatiran Resesi Memicu Penurunan Belanja Ritel Amerika Serikat di Maret

Foto Beritana UpdateBeritana Update2 menit bacaEkonomi & Bisnis
Retail spending fell in March as consumers pull back
${m.credit}

Tingkat belanja masyarakat di gerai ritel Amerika Serikat mengalami penurunan sepanjang Maret lalu. Data Departemen Perdagangan mencatat pelemahan ini dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terhadap krisis perbankan yang menghantui stabilitas ekonomi.

Angka penjualan ritel, yang telah disesuaikan secara musiman namun belum memperhitungkan inflasi, merosot sebesar 1 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Angka ini melampaui prediksi penurunan 0,4 persen yang sebelumnya dirilis oleh Refinitiv.

Kondisi ini diperparah oleh berkurangnya nilai pengembalian pajak atau tax refund dari pemerintah. IRS, lembaga otoritas pajak di AS, tercatat menyalurkan dana sebesar USD 84 miliar (sekitar Rp1.314 triliun) pada Maret, nilai yang jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan belanja paling terasa pada sektor barang tahan lama, seperti furnitur dan peralatan rumah tangga. Sementara itu, penjualan di gerai barang umum turun sebesar 3 persen, dan konsumsi bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar turun hingga 5,5 persen.

Ekonom senior BofA Global Research, Aditya Bhave, menyatakan bahwa Maret merupakan bulan krusial bagi warga AS terkait pengembalian pajak. Banyak keluarga yang sempat menaruh ekspektasi tinggi terhadap dana cair tersebut untuk memenuhi kebutuhan bulanan mereka.

Selain masalah pajak, pasar tenaga kerja AS yang mulai kehilangan momentum turut menjadi faktor penekan. Meskipun penyerapan tenaga kerja masih berada di angka 236.000 pekerjaan pada Maret, pertumbuhan upah per jam tercatat melambat menjadi 4,2 persen secara tahunan.

Dinamika ekonomi ini kian memicu spekulasi mengenai potensi resesi di akhir tahun. Sejumlah ekonom memproyeksikan ekonomi AS akan melambat seiring dengan dampak kebijakan kenaikan suku bunga yang terus berjalan.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update