Kesaksian Pilu Pilot Helikopter dalam Misi Penyelamatan Banjir di Nepal

Banjir bandang dahsyat yang melanda wilayah perbatasan Tibet dan Nepal telah menyisakan duka mendalam bagi ribuan warga setempat. Bencana alam ini mengakibatkan ratusan orang dinyatakan tewas, sementara puluhan lainnya masih dalam pencarian hingga saat ini.
Andy Thapa, seorang pilot helikopter charter dan penyelamat, berada di garda terdepan upaya evakuasi korban yang terjebak di tengah lumpur. Selama dua hari terakhir, ia telah melakukan sekitar 20 penerbangan untuk menjangkau titik-titik terisolasi akibat luapan air yang membawa material tanah.
Pemandangan dari udara menunjukkan kerusakan infrastruktur yang sangat masif di kawasan pegunungan tersebut. Andy menuturkan bahwa tidak ada lagi rumah, jalan, atau hamparan hijau yang terlihat, karena semuanya telah tertutup oleh gumpalan lumpur yang pekat dan air keruh.
Baca Juga:
- WNA Prancis Konten Kreator Asusila di Bali Resmi Dideportasi
- Tegang! Iran Bersumpah Balas Sanksi AS dengan Nuklir & Minyak
- Gudang Raksasa E-commerce Rusia Diserang Drone Ukraina Lagi
Dalam misi berbahaya tersebut, Andy sempat merekam kondisi menyedihkan para penyintas yang menunggu bantuan di lereng bukit. Beberapa dari mereka terjebak dengan tubuh setengah tertimbun lumpur, sementara kondisi geografis yang terjal membuat helikopter sulit menemukan titik pendaratan yang aman.
Secara pribadi, Andy telah mengevakuasi lebih dari 120 korban ke area yang lebih aman. Para penyintas yang ia selamatkan umumnya mengalami trauma berat hingga tidak mampu berbicara, dengan kondisi fisik yang mengenaskan seperti luka gores, patah tulang, hingga sekujur tubuh yang dipenuhi lumpur.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)
















