Koleksi Emas Zaman Perunggu di Museum Villena Spanyol Raib Dirampok

Sebuah koleksi emas langka dari Zaman Perunggu di Museum Villena, Spanyol, dilaporkan hilang setelah disatroni sekelompok perampok profesional pada Kamis pagi. Aksi pencurian yang sangat cepat tersebut dilakukan hanya dalam durasi empat menit sebelum museum dibuka untuk umum.
Para pelaku berhasil membawa kabur hampir seluruh koleksi harta karun bersejarah tersebut. Hanya tersisa sedikit artefak di lokasi kejadian.
Juru bicara dewan kota menyatakan alarm museum sempat berbunyi sekitar pukul 05.20 waktu setempat. Dalam hitungan menit, para pelaku segera melarikan diri dengan operasi yang terencana sangat rapi.
Baca Juga:
- WNA Prancis Konten Kreator Asusila di Bali Resmi Dideportasi
- Tegang! Iran Bersumpah Balas Sanksi AS dengan Nuklir & Minyak
- Gudang Raksasa E-commerce Rusia Diserang Drone Ukraina Lagi
Wali Kota Villena, Fulgencio Cerdan, menyampaikan rasa duka mendalam atas hilangnya warisan budaya tersebut. Ia mengaku terguncang karena koleksi ini memiliki nilai sejarah yang tidak ternilai bagi warga setempat.
Koleksi Harta Karun Villena sendiri terdiri dari lebih dari 50 objek emas yang ditemukan arkeolog Jose Maria Soler pada 1963. Temuan ini terkubur di dalam bejana pada dasar sungai yang sudah mengering di wilayah Alicante.
Nilai emas dari koleksi tersebut diperkirakan mencapai 1,7 juta euro atau sekitar Rp29 miliar. Angka ini belum menghitung nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.
Para ahli menganggap koleksi ini sebagai perangkat makan emas terpenting dari Zaman Perunggu. Benda-benda ini juga merupakan bukti awal penggunaan besi di Eropa Barat yang berasal dari material meteorit.
Pihak kepolisian Spanyol mengungkapkan perampok masuk melalui jendela dengan menggunakan beberapa kendaraan. Meski sistem keamanan museum dipastikan aktif dan berfungsi, pelaku tetap mampu meloloskan diri dengan cepat.
Kasus ini menambah daftar panjang aksi pencurian benda bersejarah di Eropa dalam setahun terakhir. Sebelumnya, museum di Louvre dan beberapa lokasi di Italia juga menjadi target kelompok perampok terorganisir.
Sangat sulit bagi para pencuri untuk menjual barang-barang curian tersebut di pasar gelap karena status koleksinya yang sangat terkenal. Pihak berwenang saat ini terus melakukan investigasi mendalam guna melacak keberadaan harta karun tersebut.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor













