Konflik Memanas, FIFA Tuduh UEFA Lakukan Pelecehan Terhadap Gianni Infantino

Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA melayangkan tuduhan serius kepada UEFA terkait dugaan pelecehan dan penyebaran misinformasi terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino. Konflik ini mencuat ke permukaan setelah FIFA mengajukan dokumen hukum setebal 21 halaman ke pengadilan federal di Florida, Amerika Serikat.
Melalui firma hukum Linklaters, FIFA mendesak pengadilan untuk menolak permohonan UEFA yang berusaha mendapatkan dokumen serta kesaksian terkait proyek FIFA Forward Enterprise atau FFE. Proyek FFE sendiri merupakan rencana pengembangan bisnis yang sempat dirancang untuk mengelola hak komersial kompetisi FIFA, namun kini telah dibatalkan.
Pengacara FIFA menilai langkah hukum yang diambil UEFA didasari itikad buruk dengan tujuan utama melakukan pelecehan. Mereka menuding UEFA sengaja membocorkan materi permohonan kepada media sebelum dokumen resmi diterima pengadilan, sehingga opini publik terbentuk sebelum pihak tertuduh memberikan sanggahan.
Dokumen tersebut juga menyoroti adanya pernyataan keliru dari pihak UEFA mengenai operasional FIFA dan integritas Infantino. FIFA dengan tegas membantah tudingan bahwa Infantino berupaya meraih keuntungan pribadi melalui rencana FFE.
Pihak FIFA berargumen bahwa evaluasi terhadap proyek seperti FFE adalah langkah wajar dalam dunia olahraga profesional untuk meningkatkan nilai komersial. Jika mereka tidak melakukan studi kelayakan tersebut, justru dianggap sebagai bentuk kelalaian manajerial.
Lebih lanjut, FIFA mencurigai bahwa aksi hukum UEFA ini memiliki keterkaitan dengan agenda politik organisasi, yakni pemilihan presiden FIFA mendatang. Batas waktu pengajuan kandidat untuk posisi tersebut jatuh pada 18 November nanti.
Hingga saat ini, UEFA belum mengajukan kandidat resmi untuk menantang posisi Infantino. FIFA khawatir bahwa tuduhan yang digulirkan UEFA digunakan sebagai alat untuk memengaruhi proses pemilihan presiden yang akan segera berlangsung.
Perselisihan ini bermula dari permohonan UEFA di pengadilan Amerika Serikat, termasuk di New York dan Florida, guna menelusuri dugaan pelanggaran hukum. UEFA sempat menyoroti valuasi bisnis FFE yang diperkirakan mencapai USD 20 miliar atau sekitar Rp314 triliun, angka yang dianggap tidak wajar oleh otoritas sepak bola Eropa tersebut.
FIFA tetap berpegang pada pembelaan bahwa FFE akan beroperasi di bawah pengawasan ketat Dewan FIFA serta persetujuan dari asosiasi anggota. Mereka menegaskan bahwa rencana tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai salah kelola organisasi.
Di tengah ketegangan ini, Gianni Infantino menyatakan tetap akan maju kembali sebagai calon presiden FIFA. Ia berkomitmen untuk terus terbuka terhadap peninjauan tata kelola organisasi ke depan sembari menepis semua tuduhan miring yang diarahkan kepadanya.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351094/original/086316900_1789639759-ramos.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361384/original/091034900_1790716812-inggris.jpg)






