Kontroversi VAR Liga Indonesia Warnai Laga Persib vs PSM Makassar

Kritik tajam langsung mewarnai laga pembuka Super League 2026/2027 setelah keputusan VAR Liga Indonesia menganulir penalti PSM Makassar saat melawan Persib Bandung. Pertandingan perdana yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Minggu, 6 September 2026, tersebut langsung memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta sepak bola nasional.
Mantan penyerang Tim Nasional Indonesia, Greg Nwokolo, menjadi salah satu sosok yang paling lantang menyuarakan kekecewaannya lewat media sosial pribadinya.
Penerapan teknologi asisten wasit video ini sebenarnya diharapkan mampu meminimalkan kesalahan fatal pengadil lapangan di kasta tertinggi sepak bola tanah air. Namun, pada laga pembuka yang mempertemukan dua tim besar ini, efektivitas sistem tersebut langsung dipertanyakan publik. Kehadiran teknologi bernilai miliaran rupiah ini justru dinilai belum siap sepenuhnya untuk mengawal jalannya kompetisi yang ketat.
Momen kontroversial itu terjadi saat PSM Makassar tengah berupaya mengejar ketertinggalan skor 1-2 dari tim tuan rumah. Penyerang Juku Eja, Luka Bulatovic, terjatuh di dalam kotak penalti setelah terlibat perebutan bola yang sengit dengan bek Persib, Gabriel Mutombo.
Wasit utama awalnya tanpa ragu langsung menunjuk titik putih sebagai tanda pelanggaran.
Keputusan spontan tersebut kemudian ditangguhkan setelah sang pengadil mendapatkan instruksi dari ruang kontrol asisten video untuk meninjau ulang tayangan ulang di monitor tepi lapangan. Setelah mengamati rekaman dari berbagai sudut kamera selama beberapa menit, wasit memutuskan untuk membatalkan hukuman penalti bagi Persib Bandung. Keputusan pembatalan tersebut seketika memicu protes keras dari para pemain serta staf kepelatihan PSM Makassar yang berada di sisi lapangan.
Melalui unggahan di akun Instagram miliknya, Greg Nwokolo menuliskan sindiran tajam bahwa kompetisi baru saja dimulai namun sistem asisten wasit video sudah mengalami kegagalan fungsi. Kritik singkat dari mantan pemain Persija Jakarta itu langsung mendapat respons luas dari warganet yang juga merasakan kebingungan serupa atas keputusan tersebut.
"Baru saja mulai liga, VAR sudah error," tulis Greg dalam unggahannya.
Sementara itu, pelatih kepala PSM Makassar, Darije Kalezic, memilih bersikap lebih tenang dan enggan terburu-buru menghakimi keputusan perangkat pertandingan. Juru taktik asal Bosnia-Herzegovina tersebut menyatakan bahwa dirinya harus melihat kembali rekaman video secara mendalam sebelum memberikan penilaian objektif. Menurutnya, situasi di lapangan memang sangat dinamis sehingga persepsi setiap orang bisa berbeda-beda saat melihat insiden tersebut dalam waktu cepat.
Kalezic menambahkan bahwa banyak orang menganggap insiden tersebut merupakan pelanggaran yang berbuah penalti, tetapi tidak sedikit pula yang menilai sebaliknya. Sikap hati-hati ini ia tunjukkan untuk menjaga sportivitas dan menghormati proses evaluasi yang dilakukan oleh komite wasit.
"Saya perlu melihat kembali cuplikan pertandingan untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi dalam insiden tersebut," ujar Kalezic saat sesi konferensi pers usai laga.
Pertandingan klasik ini sebenarnya berlangsung sangat ketat sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit. Tim tamu PSM Makassar sempat membungkam pendukung tuan rumah terlebih dahulu lewat gol cepat yang dicetak oleh Kodai Tanaka. Sayangnya, keunggulan tipis tersebut gagal dipertahankan setelah barisan pertahanan mereka lengah mengantisipasi skema serangan balik cepat dari Persib.
Maung Bandung sukses membalikkan keadaan melalui gol-gol yang masing-masing dicetak oleh Patricio Matricardi, Balsa Sekulic, dan Uilliam Barros. Kemenangan meyakinkan dengan skor 3-1 ini membawa Persib Bandung mengamankan tiga poin penuh di laga perdana mereka musim ini.
Namun, kemenangan manis Persib Bandung tersebut tetap menyisakan tanda tanya besar mengenai konsistensi penegakan aturan melalui teknologi asisten wasit video di lapangan hijau Indonesia.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor














