Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Rodrigo De Paul Sampaikan Pesan Haru

Lionel Messi resmi menutup perjalanan karier internasional selama 21 tahun bersama tim nasional Argentina dengan penampilan gemilang. Pertandingan persahabatan melawan Benin yang berakhir dengan skor 3-0 di Buenos Aires, Rabu (7/10/2026), menjadi panggung perpisahan terakhir bagi sang kapten.
Dalam laga penutup yang penuh air mata tersebut, Messi berkontribusi nyata dengan mencetak satu gol dan menyumbang dua assist. Pemain berusia 39 tahun ini meninggalkan warisan besar di lapangan hijau setelah mengabdi untuk La Albiceleste sejak debutnya dua dekade silam.
Momen emosional sudah tersaji sejak awal pertandingan saat lagu kebangsaan dikumandangkan di Monumental Stadium, Buenos Aires. Messi tampak tidak mampu membendung air matanya, pemandangan yang juga diikuti oleh pelatih Lionel Scaloni.
Stadion Monumental sendiri merupakan markas kebanggaan klub River Plate yang sering digunakan sebagai kandang utama tim nasional Argentina untuk pertandingan-pertandingan besar. Atmosfer di stadion tersebut selalu menjadi salah satu yang paling intimidatif sekaligus ikonik di dunia sepak bola Amerika Selatan.
Rodrigo De Paul, rekan setim yang dikenal sangat dekat dengan Messi, memberikan penghormatan khusus setelah laga berakhir. Bagi De Paul, keberadaan Messi bukan sekadar rekan setim, melainkan sosok mentor yang telah membentuk karakter pribadinya secara mendalam.
Dia mengakui bahwa pengaruh sang megabintang melampaui urusan teknis di atas rumput lapangan hijau. Pengalaman berlatih dan bertanding bersama Messi membantu De Paul tumbuh sebagai seorang atlet dan sosok manusia yang lebih baik dari waktu ke waktu.
"Dia membuat saya berkembang, tidak hanya sebagai pesepak bola, tetapi juga sebagai pribadi," ungkap De Paul kepada media setempat. Ia menegaskan bahwa kedekatan mereka telah melahirkan ikatan persaudaraan yang melampaui hubungan profesional antar pemain sepak bola.
Pemain Inter Miami tersebut menambahkan bahwa pengaruh Messi menjangkau berbagai aspek kehidupan, mulai dari cara ia menjadi seorang atlet hingga perannya sebagai ayah dan teman bagi orang di sekitarnya. Hal ini menjadi cerminan betapa besar dampak sang kapten bagi rekan-rekannya di skuad Argentina.
Di dalam lapangan, De Paul selama ini dikenal sebagai pelindung utama Messi dari agresi lawan. Ia tidak segan maju ke barisan depan setiap kali Messi mendapatkan perlakuan kasar dari pemain lawan dalam intensitas pertandingan yang tinggi.
Dinamika antara De Paul dan Messi telah menjadi kunci kesuksesan Argentina dalam meraih berbagai trofi internasional dalam beberapa tahun terakhir. Keharmonisan ini terbukti efektif dalam meredam tekanan besar saat menjalani kompetisi skala dunia.
"Saya ingin mengatakan kepadanya bahwa saya menyayanginya. Dia tahu bahwa dia adalah saudara bagi saya dan memiliki hati yang sangat besar," pungkas De Paul dengan nada emosional saat mengenang masa-masa kebersamaan mereka.
Pensiunnya Messi menandai berakhirnya sebuah era keemasan bagi sepak bola Argentina. Kini, publik menanti bagaimana tim nasional akan bertransformasi tanpa kehadiran sang legenda yang telah menjadi identitas sepak bola negara tersebut selama 21 tahun terakhir.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4265162/original/053966100_1671397771-20221219-Selebrasi-Argentina-AP-11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367210/original/084659200_1791337156-messi_2.jpg)






