
Maricarmen Abascal, perempuan berusia 87 tahun yang menjadi simbol gerakan protes hak perumahan di Spanyol, dilaporkan meninggal dunia pada Rabu waktu setempat.
Kabar duka ini disampaikan langsung oleh Serikat Penyewa Madrid melalui pernyataan resmi mereka kepada publik. Kepergian Abascal meninggalkan duka mendalam bagi ribuan aktivis perumahan yang selama ini menjadikannya figur sentral dalam memperjuangkan hak hunian yang terjangkau bagi warga lanjut usia.
Namanya mencuat ke publik setelah proses pengusiran paksa yang ia alami memicu gelombang demonstrasi besar-besaran di berbagai kota di Spanyol. Aksi protes ini mencerminkan keresahan masyarakat terhadap krisis perumahan yang memburuk, di mana kenaikan harga sewa properti tidak diimbangi dengan perlindungan memadai bagi penyewa rentan.
Krisis perumahan di Spanyol sendiri memang menjadi masalah sistemik yang telah berlangsung bertahun-tahun. Tingginya angka pengangguran dan ekonomi yang stagnan membuat banyak pensiunan, seperti Abascal, kesulitan mempertahankan tempat tinggal mereka karena biaya sewa yang terus meroket melampaui pendapatan pensiun yang mereka terima.
Pihak serikat penyewa menyatakan bahwa perjuangan Abascal bukan sekadar tentang hak hunian pribadi, melainkan tentang martabat bagi mereka yang terpinggirkan oleh kebijakan pasar properti yang agresif. Mereka menegaskan bahwa semangat perlawanan yang ditunjukkan Abascal akan terus diwariskan dalam gerakan advokasi kebijakan perumahan yang lebih adil di masa depan.
Protes yang dipicu oleh kasusnya bahkan sempat meluas menjadi gerakan nasional yang menuntut pemerintah untuk segera melakukan intervensi harga. Masyarakat sipil mendesak adanya undang-undang baru yang membatasi kenaikan harga sewa, khususnya di wilayah perkotaan besar seperti Madrid dan Barcelona yang mengalami gentrifikasi pesat.
Banyak pengamat menilai bahwa kasus Abascal menyingkap celah hukum yang sering kali mengabaikan aspek kemanusiaan dalam prosedur pengusiran. Selama ini, prosedur tersebut kerap dianggap terlalu teknokratis tanpa mempertimbangkan kondisi psikologis maupun fisik para penyewa lanjut usia yang sudah menetap di satu properti selama puluhan tahun.
Kepergian mendiang tentu menjadi kehilangan besar bagi kelompok akar rumput yang memperjuangkan reformasi perumahan. Meski demikian, para aktivis berjanji untuk tetap membawa narasi perjuangan sang mendiang ke dalam dialog kebijakan di tingkat nasional.
Pemerintah Spanyol kini berada di bawah tekanan kuat untuk meninjau kembali regulasi terkait perlindungan bagi kelompok penyewa yang masuk dalam kategori rentan. Publik berharap bahwa kematian Abascal tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga momentum untuk perubahan nyata dalam sistem hunian negara tersebut.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor