Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Picu Kecaman, Serukan Serangan Gaza

Menteri Israel Itamar Ben-Gvir kembali memicu kontroversi serius dengan seruannya untuk meningkatkan serangan udara di Jalur Gaza. Ia secara terang-terangan meminta agar puluhan warga Palestina dibunuh setiap malam dalam operasi militer.
Pemimpin partai sayap kanan jauh Jewish Power ini menegaskan bahwa Israel tidak seharusnya membatasi serangan hanya pada mereka yang dianggap ancaman langsung. Ben-Gvir bahkan menyatakan bahwa warga Palestina yang tidak terlibat pertempuran pun tidak semestinya dikecualikan, menyebut beberapa di antaranya "tidak layak untuk hidup" dan "bukan manusia sama sekali."
Dalam wawancara, ia menyerukan serangan luas dan brutal, targetnya "30 hingga 40 warga Gaza" setiap malam. Ben-Gvir secara khusus menargetkan seorang perempuan yang pernah memberi makan tentara Israel yang ditahan, Rom Braslavski, dengan label "teroris" yang "perlu ditembak di bagian kepala."
Lebih lanjut, Ben-Gvir kembali mendorong pendirian permukiman Israel di seluruh Jalur Gaza, menegaskan bahwa "seluruh Gaza adalah milik kita." Ia juga menyerukan agar sebanyak mungkin warga Palestina meninggalkan Gaza secara sukarela.
Ia menyatakan kepuasannya terhadap kondisi tahanan Palestina di penjara Israel, di mana ribuan orang termasuk perempuan dan anak-anak ditahan. Ben-Gvir bahkan meminta kelompok-kelompok hak asasi Israel yang mendukung hidup berdampingan, seperti Peace Now dan Standing Together, untuk dilarang beraktivitas karena ia tuduh mendukung terorisme tanpa bukti.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor











