Luis de la Fuente Puji Florian Wirtz dan Harapkan Paspor Spanyol

Luis de la Fuente, pelatih kepala tim nasional Spanyol, melayangkan pujian terbuka terhadap talenta gelandang Liverpool, Florian Wirtz. Ketertarikan ini muncul di tengah sorotan publik terhadap performa pemain muda asal Jerman tersebut di kompetisi Inggris.
"Florian Wirtz adalah pemain yang fantastis, namun sayangnya dia tidak memiliki paspor Spanyol," ujar De la Fuente sembari berkelakar.
Pernyataan tersebut terlontar saat De la Fuente sedang membahas peta kekuatan sepak bola Eropa menjelang jeda internasional. Ia menilai Wirtz memiliki karakteristik unik yang jarang dimiliki oleh pemain seusianya di posisi gelandang serang. Visi bermain dan kemampuan kontrol bolanya dianggap sangat cocok dengan filosofi permainan tim nasional Spanyol yang mengandalkan penguasaan bola secara teknis.
Wirtz menjadi buah bibir setelah kepindahannya ke Anfield dari Bayer Leverkusen melibatkan dana sebesar 116 juta poundsterling (sekitar Rp2,37 triliun). Angka fantastis ini menjadikannya salah satu rekrutan termahal yang pernah didatangkan oleh manajemen klub berjuluk The Reds tersebut.
Sejauh ini, gelandang berusia 23 tahun tersebut telah mengoleksi tujuh gol dan 11 assist dalam 55 penampilan resminya bersama Liverpool.
Meski statistiknya cukup apik, beberapa analis sepak bola beranggapan bahwa potensi terbaik Wirtz belum sepenuhnya keluar di Liga Inggris. Adaptasi dengan ritme permainan Britania Raya yang cepat dan mengandalkan fisik menjadi tantangan tersendiri bagi pemain berpaspor Jerman ini. Namun, progres yang ditunjukkan dari pertandingan ke pertandingan memberikan optimisme besar bagi para pendukung klub di seluruh dunia.
Mantan manajer Liverpool, Jurgen Klopp, sebelumnya sempat angkat bicara untuk membela anak asuhnya dari berbagai kritik tajam. Klopp berpendapat bahwa kualitas seorang pemain tidak boleh hanya diukur melalui deretan angka di atas kertas saja.
Menurut Klopp, peran Wirtz dalam menghubungkan lini tengah ke lini depan jauh lebih krusial dibandingkan sekadar mencetak gol.
De la Fuente sendiri mengaku bahwa kekagumannya terhadap sepak bola Jerman sudah terpupuk sejak dirinya masih berusia belia. Ia melihat Jerman sebagai negara yang tidak pernah berhenti mencetak bakat-bakat luar biasa yang memiliki dampak besar pada perkembangan taktik di tingkat global. Sejarah panjang persaingan antara Spanyol dan Jerman di kancah internasional turut membentuk perspektifnya dalam menilai kualitas individu seorang pemain.
Pelatih asal Spanyol tersebut secara khusus mengenang dua sosok legendaris yang menjadi idolanya di masa lampau. Sosok tersebut adalah Günter Netzer dan Paul Breitner, yang keduanya merupakan pilar utama kesuksesan tim nasional Jerman pada era 1970-an.
Netzer dikenal sebagai pemain dengan teknik umpan yang sangat presisi, sementara Breitner adalah pemain serba bisa yang memiliki determinasi luar biasa di lapangan.
Kehadiran pemain seperti Wirtz dianggap sebagai representasi modern dari kejayaan para legenda tersebut di masa kini. Publik sepak bola kini menanti apakah ia mampu membawa negaranya kembali mendominasi panggung internasional seperti para pendahulunya. Kesempatan tersebut akan segera datang saat ia membela tim nasional Jerman dalam laga persahabatan melawan Serbia dan Yunani dalam waktu dekat.
Performa Wirtz bersama tim nasional Jerman, atau yang sering disebut Die Mannschaft, akan dipantau secara ketat oleh staf kepelatihan Liverpool. Hasil dari laga internasional ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri sang pemain sebelum kembali mengarungi kompetisi domestik.
Jadwal berat sudah menanti Liverpool tepat setelah jeda internasional berakhir karena mereka harus bertandang ke markas Manchester City.
Pertemuan melawan Manchester City diprediksi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kreativitas Wirtz di lini tengah. Tim asuhan Pep Guardiola tersebut dikenal memiliki pertahanan yang sangat solid dan disiplin dalam menutup ruang gerak lawan. Kemampuan Wirtz dalam melepaskan diri dari kawalan ketat akan menjadi kunci bagi Liverpool untuk mencuri poin di Stadion Etihad.
Keberadaan pemain berbakat seperti dirinya membuat persaingan di papan atas Liga Inggris menjadi semakin menarik untuk diikuti. Para pencinta sepak bola di Indonesia tentu menaruh perhatian besar pada perkembangan karier Wirtz yang digadang-gadang akan menjadi bintang besar di masa depan.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor












