Otoritas AS Bongkar Jaringan Penipuan Kripto yang Raup Puluhan Juta Dolar

Jaksa penuntut di Brooklyn, New York, bersama Biro Investigasi Federal atau FBI, baru saja melumpuhkan jaringan penipuan mata uang kripto asal Eropa Timur.
Operasi ini menyasar sindikat yang dituduh mencuri puluhan juta dolar dari warga Amerika Serikat. Target utama mereka adalah komunitas penutur bahasa Rusia di negara tersebut.
Aksi penegakan hukum yang dilaksanakan pekan lalu ini menghasilkan penutupan terhadap 241 situs web ilegal. Selain itu, pihak berwenang menyita 112 server yang tersebar di perusahaan-perusahaan teknologi di Eropa Timur dan Amerika Serikat.
Data dari Kantor Kejaksaan Distrik Brooklyn mengonfirmasi bahwa tidak ada pelaku yang ditangkap dalam penggerebekan tersebut. Kejaksaan lebih memilih melumpuhkan infrastruktur digital yang menjadi tulang punggung operasional para pelaku.
Eric Gonzalez, Jaksa Distrik Brooklyn, menyebut para pelaku menggunakan skema investasi yang sangat rumit untuk menguras harta para korban. Setelah merampas uang mereka, sindikat ini bahkan mencoba melakukan penipuan tahap kedua dengan janji palsu untuk memulihkan dana yang hilang.
Penyitaan server menjadi kunci utama keberhasilan operasi ini karena mampu memutus akses penipu dalam membuat situs baru. Langkah ini efektif menghentikan kemampuan mereka untuk berkomunikasi dengan calon korban selanjutnya.
Alona Katz, Asisten Jaksa Distrik yang memimpin penyelidikan, menyatakan bahwa timnya berhasil mematikan sistem pendukung atau back end dari operasi kriminal tersebut. Hal ini membuat pelaku kehilangan kendali atas jaringan penipuan yang telah mereka bangun secara cermat.
Tindakan tegas ini dilakukan di tengah meningkatnya angka penipuan terkait mata uang kripto di seluruh wilayah Amerika Serikat. Penipuan ini sering kali memanfaatkan aset digital karena sifatnya yang sulit dilacak setelah transaksi berpindah tangan.
Berdasarkan data terbaru dari FBI, kerugian akibat penipuan kripto di Amerika Serikat mencapai USD 11,4 miliar atau sekitar Rp181 triliun pada tahun 2025. Angka tersebut mencerminkan lonjakan sebesar 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi ini mendorong pihak kepolisian dan otoritas keuangan di Amerika Serikat untuk lebih giat membentuk unit khusus aset virtual. Upaya ini difokuskan untuk mengungkap celah keamanan yang sering dieksploitasi oleh jaringan kriminal terorganisir.
Masyarakat diimbau agar lebih berhati-hati dalam menerima tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal melalui aset kripto. Penipuan semacam ini sering kali berkedok platform investasi resmi yang memiliki tampilan sangat meyakinkan bagi investor pemula.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor










