Pertemuan Pramono Anung dan Wali Kota New York Bahas Jakarta Bond dan Infrastruktur

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan pertemuan strategis dengan Wali Kota New York Zohran Mamdani di Civic Hall, New York, pada Minggu (20/9/2026).
Pertemuan ini berlangsung di sela perhelatan Urban 20 (U20) Mayors Summit 2026 yang diselenggarakan pada 19 hingga 21 September 2026. U20 merupakan forum diplomasi kota-kota besar dunia yang berfokus pada diskusi isu perkotaan global.
Suasana pertemuan sempat mencair ketika Pramono mengungkapkan kegemarannya terhadap tim basket New York Knicks. Pramono menyebutkan nama-nama atlet favoritnya seperti Jalen Brunson hingga pemain legendaris seperti Patrick Ewing kepada Zohran.
Dialog kemudian berlanjut pada topik pengelolaan kota, khususnya rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerbitkan obligasi daerah atau Jakarta Bond. Instrumen keuangan ini diproyeksikan sebagai salah satu skema pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur perkotaan di masa depan.
Zohran Mamdani menyambut baik rencana tersebut dan memberikan respon positif. Wali Kota New York ini bahkan menawarkan bantuan berupa tim keuangan Pemerintah Kota New York untuk berbagi pengalaman teknis terkait proses penerbitan obligasi.
Menurut Zohran, New York telah berpengalaman panjang dalam memanfaatkan obligasi guna mendanai berbagai proyek infrastruktur penting. Beberapa contohnya mencakup pembangunan fasilitas pengolahan limbah serta berbagai layanan fasilitas publik lainnya yang vital bagi warga kota.
Selain masalah pembiayaan, kedua pemimpin daerah ini bertukar pandangan mengenai solusi kemacetan lalu lintas. Pramono menjelaskan strategi pengembangan jaringan Transjabodetabek sebagai upaya memperkuat konektivitas Jakarta dengan wilayah satelit di sekitarnya.
Pengurangan volume kendaraan pribadi yang masuk ke pusat kota menjadi fokus utama dari kebijakan tersebut. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga telah menerapkan layanan transportasi umum gratis yang menyasar 15 golongan masyarakat, mulai dari penyandang disabilitas hingga kelompok lansia.
Isu perubahan iklim dan mitigasi bencana turut mewarnai diskusi antara Pramono dan Zohran. Jakarta saat ini tengah memprioritaskan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir guna mengantisipasi ancaman naiknya permukaan laut.
Pramono menegaskan pentingnya kebijakan pembatasan penggunaan air tanah secara ketat untuk menekan laju penurunan muka tanah di Jakarta. Langkah ini dilakukan bersamaan dengan proyek pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa yang menjadi bagian dari rencana besar tata kelola air Jakarta.
Tantangan banjir yang dihadapi Jakarta memang memiliki kemiripan dengan kondisi geografis di New York. Kedua pemimpin tersebut sepakat bahwa kolaborasi antarnegara diperlukan dalam berbagi solusi inovatif terkait tata kelola kota yang tangguh dan berkelanjutan di masa mendatang.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor













