Polemik FIFA Forward Enterprises: Gianni Infantino Terjepit Tekanan Hukum Global
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
Presiden FIFA Gianni Infantino kini menghadapi sorotan tajam terkait transparansi operasional FIFA Forward Enterprises yang memicu berbagai pertanyaan serius dari komunitas sepak bola dunia. Kepemimpinannya dianggap belum memberikan pertanggungjawaban memadai mengenai rencana pengalihan hak kompetisi FIFA kepada entitas bisnis baru tersebut.
Situasi ini menciptakan polemik panjang karena FFE diduga melibatkan transaksi bernilai miliaran dolar yang dilakukan tanpa melalui proses tender komersial terbuka. Ketidakjelasan mengenai mekanisme penunjukan perusahaan yang didukung ekuitas swasta ini menjadi akar ketidakpercayaan banyak pihak terhadap otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut.
Di Amerika Serikat, anggota Partai Demokrat, Jamie Raskin, telah melayangkan permintaan resmi terkait sejumlah dokumen krusial mengenai skema transaksi ini. Infantino sendiri belum merespons panggilan untuk hadir di hadapan Komite Kehakiman DPR Amerika Serikat hingga batas waktu yang telah ditentukan pada 9 Agustus lalu.
Kondisi ini diperparah oleh tuduhan bahwa Infantino diduga memberikan keuntungan khusus kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump demi mempermudah akses ke lingkaran dalam sang pemimpin. Di sisi lain, UEFA secara agresif mengambil langkah hukum melalui proses discovery di tiga yurisdiksi Amerika Serikat guna menggali informasi yang relevan untuk penyelidikan mereka.
Proses discovery merupakan tahapan hukum di Amerika Serikat yang memungkinkan pihak penggugat memperoleh bukti atau dokumen dari pihak lawan sebelum persidangan dimulai. UEFA berharap temuan ini dapat digunakan dalam upaya hukum lanjutan yang kemungkinan besar akan bermuara di pengadilan Swiss.
Ketegangan semakin memuncak ketika Presiden Federasi Sepak Bola Denmark, Jesper Moller, menyatakan keterkejutannya karena masalah FFE tidak masuk dalam agenda Komite Hukum FIFA. Moller secara terbuka mempertanyakan kredibilitas tata kelola Infantino yang dinilai sangat bermasalah dan berpotensi merusak integritas organisasi secara jangka panjang.
Saat ini, tim hukum Infantino yang dipimpin oleh pengacara Andrew Levender sedang berupaya keras agar proses hukum yang diajukan UEFA dibatalkan melalui pengadilan. Mereka turut melibatkan firma hukum ternama Quinn Emanuel untuk menangani perlawanan terhadap upaya akses informasi dari pihak UEFA maupun pihak lainnya.
Pakar hukum memprediksi bahwa pertempuran administratif ini akan memakan waktu berbulan-bulan karena adanya resistensi kuat dari pihak Infantino maupun investor yang terlibat. Jika bukti kerugian bagi asosiasi anggota FIFA berhasil diverifikasi, kasus ini berpeluang berkembang menjadi perkara pidana yang menyaingi skala skandal FIFAgate pada 2015.
Kala itu, Departemen Kehakiman Amerika Serikat berhasil menjerat lebih dari 40 pejabat tinggi FIFA atas dakwaan suap dan korupsi terstruktur. Besarnya nilai transaksi FFE saat ini menuntut transparansi lebih besar agar kepercayaan publik terhadap ekosistem sepak bola global tidak semakin terkikis oleh dugaan praktik yang tidak akuntabel.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor











