Prismm Bantu Perbankan Cegah Larinya Dana Warisan Lewat Digitalisasi

Perusahaan rintisan Prismm memperkenalkan solusi teknologi bagi sektor perbankan untuk menjaga agar dana warisan milik nasabah yang meninggal dunia tetap tersimpan di dalam institusi.
Platform ini bekerja dengan mengintegrasikan data ahli waris dan perencanaan distribusi aset langsung ke dalam akun nasabah sejak hari pertama pembukaan rekening. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan prosedur birokrasi yang rumit bagi keluarga yang ditinggalkan di tengah suasana duka.
Prismm memaparkan visinya dalam ajang kompetisi Startup Battlefield di TechCrunch Disrupt 2026, sebuah perhelatan teknologi global yang diselenggarakan di San Francisco. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2020 oleh Martha Underwood dan Shella Sylla yang memiliki rekam jejak puluhan tahun di dunia perbankan dan keuangan. Mereka membangun platform ini berdasarkan pengamatan langsung terhadap betapa sulitnya sebuah keluarga mengelola urusan finansial saat terjadi situasi darurat yang tidak terduga.
Inspirasi pendirian startup ini berawal dari pengalaman pribadi kedua pendirinya ketika sang ayah harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit pada tahun 2017.
Ayah mereka mengalami kecelakaan saat membantu membersihkan batang pohon di atap rumah tetangganya setelah terjangan Badai Irma di Miami. Ibu mereka yang selama ini mengandalkan sang suami untuk seluruh urusan administrasi keuangan tidak mengetahui posisi dokumen-dokumen penting maupun rincian saldo akun bank keluarga.
Meskipun sang ayah akhirnya pulih sepenuhnya, pengalaman ketidaktahuan mengenai akses informasi kritikal tersebut terus membekas dalam pikiran Underwood dan Sylla. Gagasan ini semakin matang tiga tahun kemudian ketika Underwood bekerja di sebuah bank pada masa pandemi Covid-19 dan menyaksikan banyak keluarga mengalami kesulitan serupa. Para ahli waris sering kali datang ke bank dengan perasaan bingung untuk mencari akun yang tertinggal, memahami tagihan yang menumpuk, atau sekadar mencari cara menyambung hidup pasangan yang masih ada.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor











