SC Heerenveen Rekrut Mees Hilgers, Gertjan Verbeek Lontarkan Kritik Tajam

Klub Eredivisie Belanda, SC Heerenveen, resmi mengumumkan perekrutan bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers, dari FC Twente. Kerja sama ini diikat melalui kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan selama satu tahun.
Langkah transfer tersebut ternyata tidak disambut baik oleh semua pihak. Mantan pelatih Heerenveen, Gertjan Verbeek, secara terbuka melayangkan kritik keras terhadap keputusan manajemen klub.
Verbeek menilai sosok Hilgers tidak memiliki profesionalisme yang cukup untuk memperkuat tim. Ia merujuk pada drama kontrak yang melibatkan sang pemain saat masih berseragam FC Twente pada musim lalu.
Sebelum kesepakatan ini tercapai, Mees Hilgers sempat mengalami masa sulit di Twente. Ia sempat dibekukan dari skuad utama karena menolak perpanjangan kontrak, sebuah tindakan yang bahkan melibatkan serikat pemain profesional di Belanda.
Selain permasalahan kontrak, kondisi fisik pemain juga menjadi perhatian. Hilgers sempat menepi dalam waktu yang cukup lama akibat cedera ACL atau Anterior Cruciate Ligament, yaitu cedera robekan pada ligamen lutut yang sangat umum terjadi pada pesepak bola profesional.
Verbeek memberikan penilaian tajam mengenai etika kerja Hilgers. Ia menyebut bahwa sang pemain sulit untuk diandalkan, terutama jika melihat pola komunikasi yang ditunjukkannya kepada FC Twente di masa lalu.
“Hilgers tidak dapat diandalkan, baik dalam urusan agennya maupun cara ia berkomunikasi dengan FC Twente musim lalu,” tegas Verbeek dalam sebuah pernyataan kepada media lokal, Omroep Friesland.
Eks pelatih Heerenveen ini bahkan melakukan komparasi dengan mantan pemain klub tersebut. Ia menganggap sikap mangkir dari tim adalah bentuk ketidakprofesionalan yang nyata.
“Jika Anda tidak hadir selama berhari-hari sebagai anggota tim, Anda tidak dapat diandalkan, bukan? Ia mirip dengan Afonso Alves,” ungkap Verbeek membandingkan Hilgers dengan mantan pemain asal Brasil yang pernah memperkuat Heerenveen.
Verbeek menegaskan bahwa jika dirinya masih memegang kendali kepelatihan di Heerenveen, transfer ini tidak akan pernah terjadi. Baginya, perilaku tersebut melanggar nilai dasar klub.
“Tidak, bahkan di bawah Riemer van der Velde pun tidak. Itu tidak sesuai dengan nilai inti Heerenveen karena pemain tersebut begitu tidak dapat diandalkan,” tambahnya dengan nada sengit.
Lebih lanjut, Verbeek menyoroti ketidakhadiran seorang pemain saat dimulainya musim kompetisi baru. Menurutnya, hal tersebut adalah indikator adanya persoalan internal yang serius.
Meskipun ia mengakui belum mengetahui secara detail alasan di balik setiap tindakan Hilgers, Verbeek tetap menaruh curiga. Ia percaya bahwa sebuah absen panjang di awal musim selalu menyimpan masalah yang perlu diwaspadai klub.
Kepindahan ini menjadi tantangan besar bagi Mees Hilgers untuk membuktikan diri di lapangan. Ia kini harus mampu meredam kritik publik dan menunjukkan performa maksimal bersama SC Heerenveen di Eredivisie.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor










