Serangan Rudal dan Drone Besar-besaran Rusia Hantam Kyiv, Sedikitnya 10 Orang Tewas

Ibu kota Ukraina, Kyiv, menjadi sasaran serangan rudal dan drone besar-besaran oleh pasukan Rusia semalam, menewaskan sedikitnya 10 orang. Insiden ini menambah daftar panjang kekerasan yang terus mengguncang negara tersebut.
Beberapa permukiman terpaksa dievakuasi setelah rentetan serangan mengguncang gedung-gedung di seluruh kota. Kejadian ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa Rusia tengah mempersiapkan serangan besar-besaran.
Anak-anak termasuk di antara “sejumlah besar” korban, menurut Tymur Tkachenko, kepala administrasi militer Kyiv. Dia menyatakan hal tersebut pada Kamis pagi.
“Musuh sekali lagi sengaja menargetkan daerah permukiman dan membunuh warga sipil,” kata Tkachenko.
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa mereka menargetkan fasilitas energi sebagai respons terhadap serangan Ukraina baru-baru ini. Pernyataan ini mereka sampaikan untuk membenarkan tindakan militernya.
Kamis pagi, cahaya matahari menyingkap gambaran lebih jelas mengenai kawah besar yang diduga disebabkan oleh dampak ledakan.
Terlihat pula mobil-mobil hangus, bangunan, dan infrastruktur rusak parah berserakan di samping puing-puing. Banyak kebakaran terjadi di berbagai penjuru kota, termasuk kerusakan parah pada stasiun ambulans yang membuat setidaknya satu orang terluka kritis.
Petugas pemadam kebakaran juga berjibaku memadamkan api yang melalap sebuah hotel di salah satu bulevar utama kota.
Sepanjang malam, tembakan penjejak dari sistem pertahanan udara terlihat menerangi langit, diiringi suara ledakan dari drone, rudal jelajah, dan rudal balistik.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, menyatakan bahwa setidaknya 10 orang telah dipastikan tewas hingga saat ini, dengan jumlah korban terus bertambah secara bertahap dalam beberapa jam terakhir.
Duta Besar Ukraina untuk Amerika Serikat, Olha Stefanishyna, menulis di platform media sosial X: “Malam mengerikan lainnya bagi warga kota, yang terpaksa menghabiskannya di tempat perlindungan.” Dia juga menyebutkan adanya kebakaran dan kehancuran infrastruktur sipil serta bangunan tempat tinggal di beberapa distrik kota.
Serangan ini menandai serangan rudal dan drone skala besar pertama yang dilancarkan Rusia ke Ukraina dalam lebih dari dua pekan terakhir.
Rusia juga menyerang pangkalan militer di Ukraina tengah dan timur, demikian menurut Kementerian Pertahanan yang dikutip media-media Rusia. Mereka mengklaim telah menargetkan infrastruktur pertahanan dan energi Ukraina sebagai respons terhadap serangan-serangan terbaru terhadap pembangkit listrik Rusia dari Moskow hingga Laut Hitam.
Rentetan serangan tersebut bahkan mendorong pengakuan langka dari Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa negaranya menghadapi kekurangan bahan bakar.
Rabu lalu, Presiden Zelensky mempersingkat kunjungannya ke Dublin setelah memperoleh informasi intelijen baru yang menunjukkan Moskow berencana menyerang Ukraina. “Saya mengimbau rakyat kami untuk sangat berhati-hati, untuk melindungi diri mereka, anak-anak mereka, dan tentu saja, keluarga mereka,” ujarnya kala itu.
Dia menambahkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin “telah mempersiapkan serangan besar-besaran ini terhadap Ukraina selama beberapa waktu sekarang.”
Pasukan Rusia baru-baru ini bergerak maju ke kota Kostyantynivka, salah satu benteng pertahanan kunci terakhir Ukraina di wilayah timur. Apabila Moskow berhasil mengamankan kota itu, jalan menuju seluruh wilayah Donbas akan terbuka lebar.
Sementara itu, para komandan Ukraina mengatakan mereka telah merebut kembali lebih banyak wilayah tahun ini daripada yang hilang, mengganggu jalur pasokan vital Moskow antara perbatasan Rusia dan Krimea yang diduduki.
Perang darat di luar itu telah mandek selama berbulan-bulan, dengan pasukan kedua belah pihak sebagian besar bertahan kokoh di posisi masing-masing.
Rusia saat ini menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina, sebagian besar direbut pada bulan-bulan pertama invasi skala penuhnya pada Februari 2022.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor










