Langsung ke konten
beritana
Breaking

SpaceX Rogoh Ratusan Juta Dolar untuk Tesla Megapack, Perkuat Pusat Data AI xAI

Foto Beritana UpdateBeritana Update2 menit bacaTech
SpaceX has bought $329M worth of Tesla Megapacks so far this year
Image Credits:Nic Coury/Bloomberg / Getty Images

SpaceX, perusahaan dirgantara milik Elon Musk, telah melakukan pembelian signifikan produk Tesla Megapack, sistem penyimpanan energi baterai skala industri. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang dirilis Selasa, total belanja SpaceX untuk perangkat ini mencapai USD 329 juta (sekitar Rp5,3 triliun) sepanjang tahun ini.

Investasi ini menunjukkan betapa eratnya keterkaitan ekosistem bisnis yang dibangun oleh Elon Musk. Musk, yang merupakan CEO dan pemegang saham terbesar SpaceX, juga memimpin Tesla, produsen kendaraan listrik dan energi terbarukan.

Pada kuartal kedua saja, SpaceX mengeluarkan dana sebesar USD 295 juta (sekitar Rp4,8 triliun) untuk Megapack. Angka tersebut semakin menyoroti peningkatan kebutuhan akan solusi penyimpanan daya untuk operasi mereka, terutama dalam mendukung bisnis kecerdasan buatan (AI) xAI.

Baterai skala industri ini kemungkinan besar akan digunakan di pusat data xAI. Sebelum xAI bergabung dengan SpaceX pada awal tahun ini, perusahaan AI tersebut telah membeli Megapack senilai USD 430 juta (sekitar Rp7 triliun) untuk kebutuhan pusat datanya.

Pada kuartal pertama tahun ini, xAI sendiri baru mengakuisisi peralatan tersebut senilai USD 34 juta (sekitar Rp550 miliar). Selain itu, SpaceX juga melaporkan telah membeli Tesla Cybertruck senilai USD 131 juta (sekitar Rp2,1 triliun) dengan harga eceran yang disarankan produsen hingga Desember 2025, berdasarkan pengajuan regulasi mereka.

Meskipun xAI banyak mengandalkan gas alam untuk menyuplai daya pusat datanya, termasuk puluhan turbin tanpa izin di sebuah lokasi di Mississippi yang tidak jauh dari proyek pusat data Colossus, baterai besar seperti Megapack tetap menjadi komponen penting. Sistem ini menyediakan daya cadangan substansial yang dapat diaktifkan dalam satu detik atau kurang.

Baterai juga mampu menyalurkan daya ekstra ke unit pemrosesan grafis (GPU) saat dibutuhkan. Pusat data AI tidak menarik daya secara konsisten; sebaliknya, permintaan daya mereka meningkat dan menurun tergantung pada kebutuhan untuk melatih model AI dan menjalankan inferensi. Puncak permintaan daya semacam itu dapat menimbulkan biaya tinggi dari utilitas lokal atau membanjiri generator di lokasi, dan baterai membantu meratakan puncak-puncak tersebut, menurunkan biaya sambil memastikan pusat data dapat beroperasi secara konsisten.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update