Strategi Perplexity AI di India: Pengguna Gratis, Pendapatan Meningkat

Perplexity AI telah menjalankan strategi pertumbuhan inovatif di pasar India. Melalui penawaran layanan gratis, perusahaan ini berhasil menarik jutaan pengguna dan kini melihat peningkatan pendapatan signifikan.
Uji coba ini dimulai Juli 2025, saat Perplexity bermitra dengan raksasa telekomunikasi Airtel, menawarkan langganan Perplexity Pro gratis selama 12 bulan kepada 360 juta pelanggannya. Tawaran bernilai sekitar $200 ini memicu lonjakan luar biasa: unduhan aplikasi di India naik 625% menjadi 5,9 juta di bulan Juli saja, melampaui total unduhan enam bulan sebelumnya. Selama tujuh bulan penawaran, Perplexity mencatat 56 juta unduhan, dengan pengguna aktif bulanan melonjak hingga 22 juta pada Oktober.
Setelah penawaran berakhir pada Januari, unduhan Perplexity menurun tajam lebih dari 90% antara Februari hingga Juli. Namun, pengguna aktif bulanan tidak ikut anjlok drastis; dari puncak 22 juta, angka tersebut stabil di sekitar 14 juta pada Juli. Ini lima kali lipat lebih banyak dibandingkan rata-rata enam bulan sebelum promosi, menunjukkan retensi pengguna yang kuat.
Yang lebih mengejutkan, penurunan unduhan tidak diikuti oleh penurunan pendapatan. Pendapatan Perplexity dari pembelian dalam aplikasi dan langganan di India justru naik sekitar 60% setelah masa penawaran, bahkan saat langganan gratis mulai habis. Tren ini mengindikasikan bahwa sebagian pengguna mulai bersedia membayar setelah terbiasa dengan layanan premium, meski ada kemungkinan karena fitur perpanjangan otomatis yang tidak dibatalkan.
India merupakan pasar besar untuk unduhan, tetapi sulit dimonetisasi untuk layanan berbayar. Perplexity menjadi studi kasus awal bagi perusahaan AI lain seperti Google dan OpenAI yang juga mengejar strategi serupa. Uji coba ini akan terus bergulir, menunjukkan apakah skala pengguna dapat diubah menjadi pelanggan berbayar jangka panjang.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor












