Langkah ini menempatkan Samsung dalam persaingan ketat di pasar kacamata pintar yang saat ini dikuasai oleh Meta. Data dari Counterpoint Research menunjukkan pengiriman global kacamata AI melonjak hingga 263 persen pada paruh pertama 2026, dengan model tanpa layar mendominasi 96 persen pangsa pasar.
Meta sendiri saat ini memegang kendali atas 94 persen segmen kacamata AI tanpa layar. Samsung dikabarkan berambisi membuat produk mereka memiliki bobot hingga 5 gram lebih ringan dibandingkan model kacamata berkamera milik Meta yang saat ini memiliki berat awal 51,5 gram.
Tantangan terbesar yang dihadapi Samsung kemungkinan besar berkaitan dengan privasi pengguna. Sebagai solusi, perusahaan menyematkan lampu indikator LED pada sisi luar dan dalam bingkai guna memberikan tanda saat kamera sedang merekam aktivitas.
Kamera pada kacamata ini juga dirancang untuk berhenti beroperasi secara otomatis apabila indikator eksternal tertutup. Mekanisme ini merupakan respons terhadap meningkatnya pengawasan publik mengenai potensi perekaman secara diam-diam oleh perangkat kacamata berkamera.
Hingga saat ini, harga resmi perangkat belum diumumkan dan Samsung belum menetapkan tanggal pasti untuk peluncuran di bulan November. Namun, kehadiran produk ini di FCC menjadi sinyal kuat bahwa jadwal rilisnya sudah semakin dekat bagi para penggemar teknologi.