Strategy Cetak Untung Rp327 Triliun dari Bitcoin dan Tambah Aset Kripto

Perusahaan investasi Strategy mencatatkan kinerja finansial yang signifikan pada kuartal ketiga tahun ini dengan membukukan keuntungan aset digital sebesar USD 20,91 miliar, atau setara dengan Rp327 triliun.
Laporan resmi perusahaan menunjukkan bahwa angka tersebut mencerminkan apresiasi nilai pasar Bitcoin selama periode Juli hingga September. Sebagai perusahaan yang menempatkan Bitcoin sebagai cadangan kas utama, Strategy mengadopsi standar penilaian harga wajar yang berfluktuasi mengikuti pasar global.
Di tengah lonjakan keuntungan tersebut, perusahaan melakukan manuver strategis dengan menambah kepemilikan aset kripto sebanyak 334 koin pada awal Oktober. Pembelian ini menghabiskan dana sebesar USD 28,7 juta (sekitar Rp449 miliar) dengan harga rata-rata USD 85.838 per koin.
Total simpanan Bitcoin milik perusahaan kini mencapai angka fantastis, yaitu 848.000 BTC. Angka ini mencetak rekor kepemilikan baru bagi perusahaan setelah sempat melampaui puncak pencapaian pada Juni lalu.
Selain memperkuat posisi di aset kripto, Strategy juga aktif melakukan pembelian kembali saham preferen (buyback) dengan total nilai mencapai USD 176,3 juta atau sekitar Rp2,7 triliun. Aksi korporasi ini menggunakan kombinasi saldo kas tunai sebesar USD 154,1 juta dan hasil bunga investasi jangka pendek.
Langkah ini dilakukan perusahaan di tengah harga saham preferen yang selama beberapa bulan terakhir diperdagangkan di bawah nilai nominal USD 100 per lembar. Dengan sisa anggaran program pembelian kembali mencapai USD 547,2 juta, manajemen tampaknya ingin menjaga stabilitas neraca keuangan mereka.
Kondisi keuangan perusahaan saat ini terbagi menjadi dua sektor utama, yakni cadangan USD senilai USD 4,88 miliar untuk menutup dividen dan bunga utang, serta kas tunai sebesar USD 833,4 juta. Sepanjang pekan yang berakhir pada 4 Oktober, perusahaan telah mencairkan USD 142,5 juta dari dana cadangan untuk memenuhi kewajiban dividen dan bunga.
Strategi pengalokasian modal yang dilakukan perusahaan menunjukkan keseimbangan antara akumulasi aset berisiko dan pembenahan struktur kredit. Biaya perolehan rata-rata seluruh posisi Bitcoin perusahaan berada di level USD 75.440 per koin, sementara harga pembelian terakhir tercatat hampir 14 persen lebih tinggi dari basis biaya rata-rata.
Fenomena ini bukan terjadi secara isolasi di internal perusahaan saja. Praktik serupa juga ditemukan pada perusahaan serupa seperti Metaplanet, yang melakukan transaksi jual-beli Bitcoin untuk membuktikan kepada lembaga pemeringkat kredit bahwa aset digital dapat dicairkan menjadi uang tunai dalam waktu singkat.
Manajemen perusahaan terus memantau dinamika pasar untuk memutuskan langkah selanjutnya. Fokus mereka kini terbagi secara merata antara menjaga likuiditas di neraca keuangan dan terus menambah pundi-pundi aset kripto dalam jumlah terukur di tengah volatilitas pasar global yang masih tinggi.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor













