
Aset kripto mengawali bulan Oktober dengan performa yang cukup impresif di pasar global. Bitcoin mencatatkan tren kenaikan signifikan, memicu optimisme investor bahwa periode yang sering dijuluki Uptober ini akan membawa keuntungan lebih besar bagi ekosistem aset digital.
Harga Bitcoin menyentuh level 86.500 dolar AS (sekitar Rp1,35 miliar) pada hari Minggu. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 2,07 persen dalam satu hari dan akumulasi 8,57 persen selama satu bulan terakhir.
Ethereum juga menunjukkan pergerakan serupa dengan bertengger di posisi 2.720 dolar AS (sekitar Rp42,5 juta). Mata uang kripto terbesar kedua ini membukukan pertumbuhan sebesar 11,05 persen dalam periode tiga puluh hari terakhir. Hampir seluruh aset dalam jajaran sepuluh besar kripto teratas kompak berada di zona hijau.
Dana investasi yang diperdagangkan di bursa atau Exchange Traded Funds (ETF) Bitcoin spot juga mencatatkan arus masuk modal yang positif. Produk investasi ini menarik dana sebesar 31,7 juta dolar AS (sekitar Rp495 miliar) pada hari Minggu dan 102,7 juta dolar AS (sekitar Rp1,6 triliun) pada Kamis sebelumnya.
Kondisi ini merupakan pembalikan arah yang cukup tajam setelah September ditutup dengan arus keluar modal bersih sebesar 148,7 juta dolar AS (sekitar Rp2,3 triliun). Arus masuk ini menandai optimisme baru bagi institusi keuangan yang mengelola aset berbasis kripto.
Selain aset utama, pasar altcoin atau koin alternatif juga menunjukkan aktivitas perdagangan yang sangat agresif. Protokol seperti Pump.fun mencatat kenaikan harga hingga 26,2 persen, sementara LayerZero menyusul dengan penguatan sebesar 19,8 persen.
Sky dan Aave pun mengalami pertumbuhan harga dua digit dalam sepekan terakhir. Perlu dipahami bahwa aset-aset ini bukanlah koin meme yang berbasis tren sesaat, melainkan protokol fungsional yang menghasilkan pendapatan melalui program pembelian kembali token mereka sendiri.
Kepastian regulasi memberikan dorongan tambahan bagi kepercayaan investor di sektor ini. Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) baru-baru ini menegaskan bahwa aksi pembelian kembali token oleh protokol tidak serta-merta mengklasifikasikannya sebagai sekuritas, selama jaringan tersebut berfungsi secara nyata.
Penyebaran keuntungan ini menunjukkan bahwa reli harga tidak lagi hanya terpusat pada Bitcoin. Analisis pasar mengindikasikan bahwa pergerakan harga saat ini kemungkinan besar didorong oleh investor yang memang berfokus pada ekosistem kripto, bukan sekadar aliran dana dari institusi tradisional.
Hari ini menjadi titik krusial dalam siklus pasar kripto yang historis. Berdasarkan pola empat tahunan yang berulang dalam dua siklus sebelumnya, pasar berada pada fase penentuan arah setelah melewati titik terendah.
Jika tidak ada peristiwa negatif yang berdampak masif sepanjang pekan ini, para investor yang sebelumnya bersikap pesimistis mungkin akan mengubah pandangan mereka. Hal ini dapat menjadi pemicu bagi dimulainya fase pasar bullish yang lebih stabil dan berkelanjutan di masa mendatang.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor