Studi BPI: Investor Lebih Pilih Investasi Bitcoin Skala Mikro

Studi terbaru menunjukkan bahwa narasi investasi bitcoin sebagai emas digital mulai kehilangan daya tarik di kalangan masyarakat kelas pekerja di Amerika Serikat. Sebagian besar calon peminat investasi bitcoin kini lebih memilih instrumen yang menawarkan kontrol penuh atas aset mereka dan kemudahan investasi mikro.
Laporan dari Bitcoin Policy Institute, sebuah lembaga riset kebijakan publik yang berbasis di Washington DC, mengungkap pergeseran motivasi ini secara mendalam.
Bagi masyarakat awam, visi besar tentang bitcoin yang akan merombak sistem keuangan dunia dirasa terlalu muluk dan sulit dipahami. Mereka justru mencari solusi keuangan sederhana yang dapat melindungi nilai kekayaan mereka dari gerusan inflasi harian tanpa prosedur perbankan yang rumit. Kemampuan untuk membeli aset dalam pecahan kecil atau sistem desimal menjadi opsi yang jauh lebih masuk akal.
Penelitian ini menyurvei ribuan responden untuk memetakan persepsi publik terhadap mata uang kripto secara riil. Hasilnya menegaskan adanya jurang pemisah yang lebar antara kampanye pemasaran para pesohor teknologi dan kebutuhan keuangan harian konsumen.
"Masyarakat tidak membutuhkan revolusi moneter global yang rumit, melainkan alat praktis untuk mengamankan tabungan mereka sendiri," sebut laporan tersebut.
Konsep emas digital selama ini digaungkan untuk memosisikan bitcoin sebagai pelindung nilai layaknya logam mulia saat krisis melanda. Namun, volatilitas harga yang ekstrem justru membuat konsumen tingkat menengah enggan menempatkan dana darurat mereka di sana. Skema investasi berkala dengan nominal kecil dinilai menjadi jalan tengah yang meminimalkan risiko kerugian besar.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor












