Studi Terbaru Ungkap Kaitan Konsumsi Minuman dengan Risiko Gejala Depresi

Pilihan minuman harian manusia ternyata memiliki korelasi dengan kondisi suasana hati dan potensi risiko depresi seseorang.
Sebuah meta-analisis berskala besar yang meninjau 59 penelitian dengan melibatkan lebih dari 2 juta peserta di 22 negara mengungkapkan temuan tersebut. Riset ini memberikan perspektif baru mengenai bagaimana asupan cairan memengaruhi kesehatan mental.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara rutin memiliki kaitan dengan penurunan risiko gejala depresi sebesar 13 persen. Temuan ini didasarkan pada perbandingan antara responden yang rutin meminum kopi dengan kelompok yang jarang atau sama sekali tidak mengonsumsinya.
Pakar gizi Jennifer Pallian menjelaskan bahwa efek positif kopi terhadap kesehatan mental tidak sekadar bersumber dari kandungan kafein di dalamnya. Kopi mengandung senyawa lain yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang berperan pada sistem saraf.
Kafein bertindak sebagai stimulan pada sistem saraf pusat yang memodulasi zat kimia di otak terkait motivasi dan energi. Kondisi ini membuat aktivitas otak menjadi lebih stabil dalam merespons suasana hati.
Di sisi lain, minuman berpemanis, termasuk soda dan minuman energi, justru menunjukkan kaitan dengan peningkatan risiko depresi. Kandungan gula yang tinggi dalam minuman tersebut memicu fluktuasi kadar gula darah dan proses peradangan di dalam tubuh.
Peradangan ini diduga mengganggu fungsi otak yang mengatur stabilitas suasana hati secara umum. Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa hubungan ini masih bersifat observasional sehingga belum dapat disimpulkan sebagai hubungan sebab akibat secara langsung.
Terdapat kemungkinan bahwa individu yang sedang mengalami kecemasan atau stres justru cenderung mencari asupan manis sebagai mekanisme pertahanan diri. Fenomena ini membuat arah hubungan antara konsumsi gula dan kesehatan mental menjadi lebih kompleks untuk diurai.
Penting untuk diingat bahwa kesehatan mental merupakan konstruksi dari berbagai faktor yang saling berkaitan. Selain asupan minuman, pola makan, kualitas tidur, aktivitas fisik, hingga faktor genetik memberikan pengaruh yang jauh lebih dominan.
Minuman hanyalah salah satu komponen kecil dari gaya hidup yang berkontribusi terhadap kesejahteraan psikologis seseorang. Masyarakat disarankan untuk tetap memperhatikan pola asupan secara keseluruhan daripada sekadar fokus pada satu jenis minuman tertentu.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor












