Winklevoss Ajukan ETF Zcash ke SEC, Siap Melantai di Bursa Nasdaq

Winklevoss Capital, perusahaan investasi yang didirikan oleh Tyler dan Cameron Winklevoss, telah mengajukan permohonan pembentukan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Zcash kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC). Langkah ini menandai upaya signifikan untuk membawa aset kripto berfokus privasi, Zcash, ke pasar investasi tradisional melalui bursa Nasdaq, salah satu pasar saham terbesar di dunia.
Pengajuan terbaru ini mengusulkan “Winklevoss Zcash ETF” yang dirancang untuk secara langsung memegang aset ZEC, token asli Zcash. Dana tersebut berencana untuk terdaftar di Nasdaq Stock Market dengan simbol perdagangan WINK, memberikan investor akses mudah melalui akun pialang konvensional.
Struktur ETF ini menetapkan Winklevoss Asset Services sebagai sponsor utama, sementara entitas afiliasinya, Gemini Trust Company, akan bertanggung jawab sebagai kustodian. Gemini akan mengamankan aset ZEC yang dimiliki oleh ETF, dengan biaya sponsor tahunan yang ditetapkan sebesar 0,25% dari aset kelolaan.
Menariknya, Winklevoss Capital Fund, melalui satu atau lebih entitas afiliasinya, telah menyatakan minat untuk membeli saham dalam ETF yang diusulkan ini senilai hingga USD 100 juta (sekitar Rp1,63 triliun). Meskipun demikian, pengajuan tersebut menekankan bahwa pernyataan minat ini bersifat non-binding atau tidak mengikat secara hukum.
Penting untuk dipahami bahwa ETF ini tidak akan menggunakan leverage atau instrumen derivatif yang kompleks untuk mencapai tujuan investasinya. Tujuannya murni untuk memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga Zcash tanpa perlu secara langsung membeli, menyimpan, atau mengelola risiko keamanan yang terkait dengan kepemilikan mata uang kripto ini.
Zcash adalah mata uang kripto yang menonjolkan fitur privasi tingkat tinggi, sebuah karakteristik yang membedakannya dari banyak aset digital lainnya. Mata uang ini memanfaatkan teknologi kriptografi canggih yang disebut “zero-knowledge proofs”, yang memungkinkan transaksi terlindungi (shielded transactions) di mana jumlah transaksi, identitas pengirim, dan penerima dapat disembunyikan dari pengamatan publik.
Fitur privasi ini menawarkan kerahasiaan data yang kuat, namun sekaligus memicu perdebatan di kalangan regulator mengenai potensi penyalahgunaannya dalam aktivitas ilegal. Dengan adanya ETF ini, investor dapat berinvestasi dalam aset yang memiliki fitur unik ini melalui kerangka regulasi pasar saham tradisional.
Pasar ETF kripto di AS terus berkembang, dan dana yang didukung Winklevoss ini akan bergabung dengan “Grayscale’s Zcash ETF” (ZCSH) yang sudah diperdagangkan. Grayscale, pemain besar di ruang investasi kripto, baru-baru ini juga mengumumkan pemecahan saham 3-untuk-1 untuk dana ZCSH mereka, menunjukkan peningkatan minat investor terhadap aset ini.
Kinerja pasar ZEC sendiri telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam satu tahun terakhir. Data dari CoinGecko menunjukkan bahwa nilai ZEC melonjak lebih dari 735%, mendorong kapitalisasi pasar globalnya mencapai sekitar USD 23 miliar (setara dengan sekitar Rp375 triliun, dengan asumsi kurs Rp16.300 per USD). Pada hari Selasa, ZEC diperdagangkan sekitar USD 1.354 (sekitar Rp22,08 juta), menempatkannya sebagai mata uang kripto terbesar ke-10 berdasarkan nilai pasar.
Pengajuan ETF Zcash ini mengindikasikan semakin matangnya pasar aset digital dan meningkatnya minat institusional terhadap berbagai jenis mata uang kripto, termasuk yang berfokus pada privasi. Keputusan SEC selanjutnya akan menjadi tolok ukur penting bagi adopsi kripto yang lebih luas di ekosistem keuangan konvensional.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor







:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367208/original/025231200_1791337054-messi.jpg)





