The Exploration Company Raih Pendanaan Rp7 Triliun untuk Tantang Dominasi SpaceX

Kebutuhan dunia untuk mengirim objek ke luar angkasa terus meningkat, namun infrastruktur yang tersedia saat ini masih belum mampu mengimbangi laju permintaan. Kini, semakin banyak pihak menyadari bahwa ketergantungan penuh kepada SpaceX milik Elon Musk bukanlah solusi tunggal yang ideal bagi industri antariksa global.
The Exploration Company (TEC), perusahaan rintisan yang beroperasi di lintas negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Italia, baru saja mendapatkan suntikan dana sebesar USD 450 juta atau sekitar Rp7 triliun. Capaian ini tercatat sebagai pendanaan Seri C terbesar yang pernah diraih oleh perusahaan antariksa asal Eropa.
Langkah TEC mencerminkan pergeseran strategi bagi investor di kedua sisi Samudra Atlantik yang mulai melirik pengembangan pesawat ruang angkasa dapat digunakan kembali. SpaceX memang memelopori teknologi ini, namun kini terdapat dorongan kuat agar kontrol atas akses ke luar angkasa tidak lagi dimonopoli oleh satu pemain saja demi kepentingan kedaulatan strategis.














