Tiga Bandara Utama Kembali Beroperasi Usai Erupsi Gunung Anak Krakatau

Tiga bandara utama di wilayah Jakarta dan Bandung akhirnya kembali membuka layanan penerbangan secara bertahap pada Selasa, 8 September 2026, pukul 07.00 WIB. Langkah ini diambil menyusul perbaikan kondisi ruang udara yang sempat terpapar abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, dan Bandara Husein Sastranegara mulai beroperasi normal setelah otoritas penerbangan melakukan asesmen menyeluruh terkait keselamatan navigasi. Pengoperasian kembali ini menjadi kabar melegakan bagi ribuan penumpang yang sempat tertahan akibat gangguan jadwal penerbangan selama periode penutupan.
Erupsi gunung berapi memang memiliki risiko fatal bagi mesin pesawat karena partikel abu vulkanik bersifat tajam dan dapat meleleh di suhu tinggi ruang bakar mesin. Paparan abu dalam jumlah tertentu berpotensi mengganggu sistem instrumentasi pesawat serta jarak pandang pilot saat akan mendarat di landasan pacu.
Maskapai Citilink menjadi salah satu operator yang mulai melayani kembali rute dari dan menuju Jakarta maupun Bandung. Pihak manajemen menyatakan rasa terima kasih atas kesabaran para penumpang yang terdampak selama proses penyesuaian operasional berlangsung beberapa hari terakhir.
Operasional penerbangan sempat terganggu secara signifikan akibat penyebaran abu vulkanik yang menutup rute domestik dan internasional. Penutupan akses bagi pesawat dari luar negeri di Bandara Soekarno-Hatta sempat menciptakan penumpukan antrean pesawat di berbagai bandara pendukung di sekitar Pulau Jawa.
Kini, manajemen Citilink meminta seluruh calon pengguna jasa untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi secara berkala. Penumpang disarankan hadir di bandara minimal tiga jam sebelum jadwal keberangkatan agar proses administrasi dan boarding berjalan lancar.
Pihak maskapai menekankan bahwa aspek keselamatan serta keamanan penerbangan menjadi prioritas mutlak dalam setiap keputusan operasional yang diambil. Seluruh kru dan staf lapangan telah dipersiapkan untuk melayani lonjakan penumpang yang akan melakukan perjalanan setelah sempat tertunda oleh kondisi alam.
Masyarakat dapat memantau status jadwal penerbangan melalui situs web atau aplikasi resmi milik maskapai. Pengecekan secara mandiri diharapkan dapat membantu efisiensi waktu bagi penumpang di tengah situasi pemulihan operasional bandara yang masih terus dipantau intensif oleh pihak otoritas terkait.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor











