Tragedi Kebakaran Bromo: 520 Hektar Lahan Hangus, Akses Wisata Ditutup

Kondisi memprihatinkan melanda Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pasca kebakaran Gunung Bromo yang tak kunjung padam. Api yang melalap kawasan konservasi ini kini telah mencapai luasan sekitar 520 hektar, menyebabkan penutupan total akses wisata bagi pengunjung.
Petugas di lapangan masih berjibaku memadamkan api yang terus merembet, bahkan hingga ke area kaldera gunung berapi aktif tersebut. Tiga unit helikopter water bombing telah dikerahkan guna mempercepat proses penanganan dari udara.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengungkapkan bahwa kebakaran ini bukan dipicu oleh faktor cuaca, melainkan kuat dugaan akibat ulah manusia. Titik awal api teridentifikasi di atas perbukitan Blok Bantengan-Jantur, sebuah lokasi yang jarang dilintasi.
Meluasnya kobaran api membuat Balai Besar TNBTS memutuskan menutup sejumlah pintu masuk wisata. Akses dari Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang, kini tidak dapat dilalui.
Upaya pemadaman semakin menantang akibat hembusan angin kencang yang melanda wilayah itu, mempercepat rambatan api ke berbagai penjuru. Situasi ini menuntut koordinasi intensif dari berbagai pihak.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak telah memimpin pertemuan koordinasi untuk menyusun strategi pemadaman yang efektif. Operasi pemadaman dilakukan melalui dua skema utama, yakni pengerahan tim darat dan intervensi udara, demi mencegah api meluas lebih jauh.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor








