
Persaingan di sektor agen kecerdasan buatan personal semakin memanas dengan hadirnya berbagai pemain baru seperti Muse dari Meta dan Dot milik OpenAI. Di tengah kepadatan kompetisi ini, investor kenamaan Vinod Khosla menjatuhkan pilihan pada Wajo, sebuah startup besutan mantan insinyur Google dan DeepMind, Shivani Poddar.
Khosla menyebut alasan utamanya mendukung Wajo adalah faktor kepercayaan atau trust. Baginya, agen AI akan bertindak mewakili pengguna dalam berbagai urusan sensitif, sehingga keamanan data harus menjadi fondasi utama dalam arsitektur perangkat lunak tersebut.
Investasi ini menjadi sorotan karena Khosla secara terbuka meragukan integritas perusahaan teknologi raksasa dalam menangani data pribadi. Dia beranggapan bahwa model bisnis berbasis iklan membuat pengguna justru menjadi komoditas, alih-alih sebagai pelanggan yang dilindungi.
Produk utama Wajo, yang dikenal dengan nama Fo, memiliki kemampuan beroperasi lintas platform seperti iMessage dan WhatsApp. Agen ini mampu menangani tugas administratif harian, mulai dari penjadwalan hingga pemesanan layanan, dengan antarmuka berbasis kartu yang intuitif.
Salah satu fitur unggulannya adalah kemampuan untuk melakukan panggilan telepon ke pihak ketiga atas nama pengguna. Jika teknologi AI gagal menyelesaikan tugas secara otomatis, sistem Wajo memungkinkan keterlibatan manusia untuk menuntaskan pekerjaan tersebut.
Privasi pengguna menjadi perhatian khusus melalui implementasi kartu kredit virtual dan alamat surel terpisah. Langkah ini dirancang untuk meminimalisir penyebaran informasi pribadi saat agen AI berinteraksi dengan situs web atau layanan pihak ketiga yang mungkin memiliki kebijakan keamanan ketat.
Startup ini telah mencatatkan pertumbuhan pengguna hingga 10 kali lipat sejak peluncuran pada akhir September di 107 negara. Meski jumlah pendanaan tidak diungkapkan secara spesifik, dukungan dari tokoh industri seperti Jeff Dean memberikan kredibilitas tambahan bagi Wajo.
Poddar menjelaskan bahwa pengalaman kerjanya di Meta dan Google memberikan perspektif mendalam mengenai tantangan teknologi dan produk. Dia menegaskan bahwa membangun agen AI yang dapat melupakan data pengguna merupakan tantangan teknis yang belum sepenuhnya terpecahkan oleh industri saat ini.
Kedepannya, Wajo berencana mengembangkan kapabilitas agen Fo untuk beroperasi dalam lingkungan sosial yang lebih kompleks. Fokus utamanya tetap konsisten pada menjaga privasi, sembari memastikan bahwa seluruh operasional agen tetap mematuhi ketentuan layanan dari platform pihak ketiga yang mereka akses.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor