Zelenskyy Kunjungi Serbia: Manuver Politik Vucic Antara Rusia dan Barat

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melakukan kunjungan bersejarah pertamanya ke Serbia, menandai pergeseran potensial dalam dinamika hubungan Eropa Timur. Kunjungan Zelenskyy ini menjadi sorotan utama, mengingat posisi Serbia yang selama ini dikenal sangat pro-Rusia.
Bagi Presiden Serbia Aleksandar Vucic, kunjungan ini merupakan manuver politik krusial jelang pemilihan parlemen, sambil berharap mendapat poin dari Uni Eropa. Pertemuan ini terjadi di tengah tuduhan korupsi dan kontrol media terhadap Vucic yang sudah berkuasa 14 tahun.
Serbia secara luas masih dianggap sebagai negara paling pro-Rusia di Eropa, dengan media pro-pemerintah terang-terangan mendukung Moskow. Sebagian besar pendukung setia Vucic juga menentang keanggotaan Uni Eropa.
Pengamat menilai pertemuan ini saling menguntungkan; Zelenskyy mencari dukungan dan amunisi, sementara Vucic ingin menunjukkan keterbukaannya pada Uni Eropa. Amunisi artileri Serbia secara signifikan telah disalurkan ke Ukraina melalui perantara, bahkan bernilai miliaran dolar pada tahun 2024.
Diplomat AS Christopher Hill secara terbuka mengungkapkan perannya menghubungkan industri pertahanan Serbia dengan militer Ukraina. Diskusi rahasia juga berlangsung mengenai pembangunan pabrik drone gabungan, melibatkan keahlian Ukraina dan investasi UEA.
Meskipun Vucic kerap memainkan narasi persaudaraan Ortodoks dengan Rusia, Kremlin mulai menunjukkan ketidakpuasan, terutama terkait pasokan gas jangka pendek. Situasi ini memaksa Serbia menyeimbangkan diri antara Moskow dan Uni Eropa, mitra dagang terpenting mereka.
Zelenskyy tidak mengakui kemerdekaan Kosovo, fakta yang selalu dimanfaatkan Vucic untuk audiens domestiknya. Kunjungan ini juga dapat digunakan oleh beberapa negara anggota UE untuk mempercepat negosiasi aksesi Serbia, meski ada kekhawatiran defisit demokrasi.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor












