Ledger Hentikan Penjualan Hardware Wallet di Asia Tenggara dan Hong Kong

Produsen dompet penyimpanan aset kripto, Ledger, secara resmi meminta seluruh pengecer dan distributor produk mereka di enam negara Asia Tenggara dan Hong Kong untuk segera menghentikan penjualan perangkat keras tersebut.
Langkah ini diambil setelah perusahaan menerima laporan mengenai adanya tindakan peretasan atau manipulasi fisik pada perangkat yang beredar di pasar regional. Ledger meminta agar produk-produk tersebut ditarik dari rak penjualan sementara investigasi internal berlangsung.
Wilayah yang terdampak kebijakan ini mencakup Indonesia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, Malaysia, serta Hong Kong. Sebagai informasi, hardware wallet adalah perangkat fisik berbentuk seperti USB yang berfungsi menyimpan kunci pribadi mata uang kripto agar lebih aman dari serangan siber.
Ledger menegaskan bahwa hingga saat ini, insiden dugaan manipulasi fisik tersebut masih terlokalisasi di kawasan Asia Tenggara saja. Mereka belum menemukan bukti adanya kasus pencurian aset kripto yang berkaitan dengan perangkat yang dibeli di luar wilayah tersebut.
Investigasi intensif saat ini sedang dilakukan untuk melacak pihak yang bertanggung jawab atas manipulasi perangkat tersebut. Perusahaan ingin memastikan di titik mana dalam rantai distribusi keamanan produk mereka disusupi.
Permintaan penghentian penjualan ini merupakan perluasan dari langkah serupa yang sebelumnya ditujukan kepada pengecer bernama CryptoBilis. Kasus ini pertama kali mencuat ke publik pada 9 Oktober setelah muncul laporan hilangnya aset kripto milik pengguna yang membeli perangkat melalui perantara tersebut.
Walaupun fokus utama investigasi berada di Asia, muncul laporan dari pengguna di wilayah lain, termasuk Eropa, mengenai kecurigaan serupa pada perangkat yang mereka beli di pengecer lokal. Ledger saat ini memverifikasi klaim-klaim baru tersebut guna memastikan keamanan pengguna secara global.
Pihak manajemen menyatakan bahwa infrastruktur, sistem internal, maupun saluran penjualan langsung melalui situs resmi Ledger dalam kondisi aman. Mereka menegaskan tidak ada indikasi bahwa sistem pusat mereka telah diretas oleh pihak luar.
Langkah preventif ini diambil guna melindungi nasabah dari potensi kerugian finansial akibat perangkat yang tidak lagi memiliki integritas keamanan. Pengguna yang merasa khawatir terhadap keamanan perangkat mereka disarankan untuk segera menghubungi layanan dukungan resmi Ledger.
Industri kripto memang terus menghadapi tantangan keamanan yang dinamis, terutama pada aspek perangkat fisik yang menjadi garda terdepan penyimpanan aset digital. Kehati-hatian pengguna dalam membeli perangkat hanya dari sumber resmi menjadi kunci utama menghindari risiko manipulasi rantai pasokan.
Pihak Ledger akan terus memberikan pembaruan informasi seiring dengan progres investigasi. Mereka berkomitmen untuk memberikan transparansi penuh kepada publik demi memulihkan kepercayaan pengguna di Asia Tenggara dan pasar global lainnya.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor







:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348210/original/010651100_1789390764-carrick.jpg)



