
Jaringan XRP Ledger dilaporkan sempat menyimpan celah keamanan kritis dalam mesin pembayaran mereka sejak tahun 2015. Celah ini memungkinkan pelaku kejahatan menciptakan aset XRP secara tidak sah di luar total pasokan yang seharusnya.
Pengembang XRP Ledger mengungkapkan bahwa masalah tersebut bersumber dari fenomena integer overflow pada mesin pemroses pembayaran. Kondisi ini terjadi ketika sistem melakukan kalkulasi yang melebihi kapasitas penyimpanan data, sehingga angka tersebut justru berbalik menjadi nilai yang sangat kecil.
Skenario serangan ini melibatkan manipulasi ratusan penawaran pada order book secara bersamaan. Akibatnya, sistem akan salah menghitung kewajiban pembeli, namun tetap membayar penjual secara penuh, yang menciptakan surplus koin XRP baru dari ketiadaan.
Fitur keamanan internal yang seharusnya mencegah penciptaan token secara ilegal pun gagal mendeteksi aktivitas ini. Masalahnya, sistem verifikasi tersebut menggunakan logika matematika yang sama dengan mesin pembayaran yang cacat, sehingga transaksi manipulatif tersebut lolos dari pengawasan otomatis.
Tim teknisi RippleX menyatakan bahwa bug tersebut baru terungkap setelah seorang peneliti melaporkannya melalui program bug bounty pada bulan September lalu. Beruntung, hingga saat ini tidak ditemukan bukti bahwa celah tersebut pernah dieksploitasi oleh pihak luar untuk keuntungan pribadi.
Perbaikan sistem telah dirilis melalui versi 3.4.1 pada 25 September dan segera diadopsi oleh mayoritas validator jaringan. Langkah ini diambil secara cepat karena risiko yang ditimbulkan dianggap sangat merusak integritas aset digital tersebut.
Para pengembang mengambil langkah jarang dilakukan dengan melompati proses amendemen normal dalam pembaruan ini. Biasanya, perubahan pada jaringan memerlukan pemungutan suara validator dengan tenggat waktu dua minggu, namun urgensi keamanan memaksa mereka melakukan perbaikan instan.
Kejadian ini memiliki kemiripan dengan insiden yang dialami oleh mata uang kripto Zcash awal tahun ini. Saat itu, pengembang Zcash harus bergegas menambal celah serupa pada kolam privasi mereka agar tidak ada koin palsu yang beredar luas.
Dampak dari berita ini terasa pada pasar aset kripto, di mana harga XRP mengalami tekanan jual yang cukup signifikan. Token ini sempat diperdagangkan pada level USD 1,38 atau sekitar Rp22.000, mencatat penurunan mingguan hampir mencapai 10 persen di tengah sentimen negatif investor.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor