Unik, Penyelenggara Konferensi Lindungi Risiko Rugi Lewat Pasar Prediksi

Penyelenggara konferensi teknologi NEXTPredict melakukan langkah tidak biasa dengan menggunakan pasar prediksi untuk melindungi nilai investasi mereka. Mereka membayar premi sebesar USD 12.000 atau sekitar Rp188 juta demi mendapatkan kontrak senilai USD 3 juta (sekitar Rp47 miliar) jika terjadi gangguan besar pada penerbangan di New York.
Skema lindung nilai ini dirancang untuk mencairkan dana tersebut apabila lebih dari separuh jadwal penerbangan di Bandara Internasional John F. Kennedy dibatalkan pada 21 Oktober. Tanggal tersebut merupakan hari perjalanan utama tepat sebelum konferensi NEXTPredict dimulai pada 22 Oktober di Hudson Yards, New York.
Pierre Lindh, salah satu pendiri NEXT.io, menyebut bahwa langkah ini diambil sebagai respons atas ketidakpastian global yang sering menghambat mobilitas peserta acara internasional. Menurutnya, gangguan bandara menjadi indikator paling objektif jika terjadi sesuatu yang berskala besar di dunia.
Ketakutan akan kerugian finansial bukan tanpa alasan, sebab pengalaman masa lalu menjadi pelajaran berharga bagi mereka. Pada tahun 2020, Lindh harus menanggung kerugian total saat seluruh dunia memberlakukan pembatasan wilayah akibat pandemi yang menyebabkan semua acara yang telah direncanakan batal terlaksana.
Selama 13 tahun terakhir, perusahaan tersebut berulang kali menghadapi situasi sulit akibat faktor eksternal seperti badai salju, eskalasi konflik di Timur Tengah, hingga masalah pasokan bahan bakar pesawat di Eropa. Semua peristiwa tersebut membuat banyak delegasi tidak dapat hadir ke lokasi acara.
Lindh menjelaskan bahwa asuransi acara tradisional sering kali tidak efektif karena hanya mencakup kerusakan di dalam gedung atau pembatalan total. Sering kali konferensi tetap berjalan meski banyak peserta absen, sehingga perusahaan tetap menanggung kerugian besar tanpa bisa mengklaim ganti rugi dari penyedia asuransi.
Proses klaim asuransi konvensional dinilai lambat dan sering memicu perdebatan hukum antara tertanggung dengan pihak asuransi. Sebaliknya, pasar prediksi menawarkan transparansi melalui pihak ketiga yang bertugas menentukan apakah kondisi kontrak sudah terpenuhi secara objektif tanpa ruang negosiasi yang berbelit.
Transaksi ini difasilitasi melalui platform Kalshi dengan bantuan Susquehanna sebagai penyedia likuiditas pasar. Kontrak ini bersifat terbatas untuk nasabah institusi dan tidak tersedia bagi investor ritel, guna menjaga stabilitas pasar dari pihak-pihak yang mencoba melakukan manipulasi.
Meski menuai kritik karena potensi risiko tindakan sabotase demi keuntungan finansial, pihak penyelenggara menegaskan bahwa ini adalah alat lindung nilai bisnis yang sah. Mereka percaya metode ini akan menjadi standar baru bagi industri acara untuk mentransfer risiko yang selama ini harus ditanggung sendiri oleh penyelenggara.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor












