DeFi Development Corp Terus Borong Solana Meski Tren Pembelian Melambat

DeFi Development Corp, perusahaan publik yang terdaftar di bursa Nasdaq, kembali menambah aset kripto dalam kas perusahaan mereka sebesar 22.070 SOL senilai kurang lebih USD 2,37 juta atau sekitar Rp37,1 miliar.
Langkah strategis ini dilakukan perusahaan sepanjang pekan lalu sebagai upaya konsisten dalam memperkuat cadangan Solana. Total simpanan aset kripto perusahaan kini mencapai 2.586.282 token SOL dengan estimasi nilai pasar sekitar USD 287 juta atau sekitar Rp4,4 triliun.
Secara analitis, intensitas pembelian mingguan perusahaan memang mengalami tren penurunan yang cukup tajam jika dibandingkan bulan lalu. Sebagai perbandingan, pada pertengahan September perusahaan sempat mencatatkan pembelian sebesar 101.381 SOL, kemudian turun menjadi 47.706 SOL, dan kini berada di angka 26.202 SOL.
Perlu dipahami bahwa DeFi Development Corp merupakan entitas perbendaharaan aset digital yang memungkinkan investor pasar modal memiliki eksposur kripto tanpa perlu membuat akun di bursa kripto. Perusahaan ini sebelumnya dikenal dengan nama Janover, sebuah firma perangkat lunak real estat, sebelum melakukan transformasi bisnis pada April 2025 dengan mengadopsi strategi akumulasi Bitcoin yang populer di kalangan institusi keuangan.
Sementara itu, instrumen keuangan perusahaan berupa saham preferen yang disebut CHAD mencatatkan rekor nilai tertinggi pada pekan yang berakhir 9 Oktober. Saham ini kini mendekati level harga USD 10 atau sekitar Rp156.000 per lembar.
Berbeda dengan saham biasa, saham preferen perpetual atau abadi ini tidak memiliki tanggal jatuh tempo dan memberikan prioritas dividen kepada pemegang saham. CHAD menawarkan imbal hasil variabel sebesar 13 persen per tahun dari nilai nominal USD 10, yang dibayarkan secara harian kepada para investor.
Chief Strategy Officer DeFi Development Corp, Dan Kang, menyatakan bahwa pencapaian harga CHAD yang mendekati nilai nominalnya di tengah koreksi harga SOL merupakan sinyal positif. Ia menilai pasar mulai memahami proposisi pendapatan unik yang ditawarkan oleh model bisnis perbendaharaan kripto tersebut.
Bagi pemegang saham biasa, mekanisme ini menjadi sumber pendanaan untuk mendukung pertumbuhan aset SOL per lembar saham tanpa perlu melakukan penerbitan saham baru secara berlebihan. Strategi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas fundamental perusahaan di tengah volatilitas pasar aset kripto yang sedang berlangsung.
Namun, nilai nominal ini perlu dilihat secara kontekstual karena harga IPO saham CHAD pada September lalu sempat berada di level USD 8. Perusahaan bahkan telah mengizinkan program pembelian kembali saham jika nilai pasar CHAD turun di bawah nilai paritasnya sebesar USD 10.
Keputusan perusahaan untuk tetap melakukan akumulasi SOL tidak terlepas dari program pendanaan di pasar senilai USD 300 juta. Dana tersebut digunakan untuk menjual saham baru secara bertahap, di mana semakin tinggi harga CHAD, semakin besar jumlah aset SOL yang dapat dibeli oleh perusahaan.
CEO DeFi Development Corp, Joseph Onorati, menegaskan bahwa volatilitas jangka pendek tidak mengubah keyakinan manajemen terhadap potensi Solana. Pihaknya berkomitmen untuk tetap melakukan akumulasi meskipun pasar sempat mengalami tekanan jual yang cukup berat.
Pekan lalu, harga SOL sempat terkoreksi sekitar 9 persen dalam tujuh hari. Kondisi ini memicu likuidasi paksa atau forced selling terhadap posisi perdagangan berjangka senilai hampir USD 1 miliar dalam kurun waktu 24 jam.
Sebagai informasi, likuidasi terjadi ketika para pedagang menggunakan dana pinjaman untuk bertaruh pada kenaikan harga, namun nilai jaminan mereka habis akibat penurunan harga yang signifikan di pasar. Sistem bursa kemudian menutup posisi tersebut secara otomatis dan menambah tekanan jual lebih lanjut di pasar.
Tawaran dividen sebesar 13 persen memang tampak menggiurkan bagi sebagian investor. Namun, aset pendukung utama perusahaan saat ini masih diperdagangkan sekitar 62 persen di bawah level tertinggi yang dicapai pada Januari 2025 di kisaran USD 295.
Laporan perusahaan sendiri sebenarnya telah memberikan peringatan mengenai risiko operasional. Keuntungan dari hasil staking SOL mungkin tidak selalu mencukupi untuk menutupi beban dividen yang dijanjikan kepada pemegang saham CHAD secara berkelanjutan.
Kinerja saham biasa DeFi Development Corp pun mencerminkan tantangan sektor ini dengan nilai pasar sekitar USD 140 juta atau sekitar Rp2,1 triliun. Nilai tersebut hanya mencakup setengah dari nilai total cadangan Solana yang mereka miliki saat ini.
Ketika perusahaan perbendaharaan kripto diperdagangkan jauh di bawah nilai aset kripto yang tersimpan, model penjualan saham untuk membeli token menjadi kurang efisien. Para pemegang CHAD setidaknya masih akan menerima dividen harian sebesar USD 0,00516 hingga akhir Oktober, sambil menanti data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor













