ECB Peringatkan Risiko Fragmentasi Jika Euro Digital Gagal Diterapkan

Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) memberikan peringatan keras mengenai potensi fragmentasi sistem pembayaran di kawasan Eropa.
Anggota dewan eksekutif ECB, Piero Cipollone, menyatakan bahwa ketiadaan mata uang digital bank sentral akan melemahkan kedaulatan moneter dan ketahanan finansial Uni Eropa. Menurutnya, tanpa kehadiran euro digital, pihak swasta berpotensi mendominasi pasar melalui solusi pembayaran yang terfragmentasi.
Cipollone menyampaikan pandangan ini dalam sebuah sesi web siaran MNI Connect pada Selasa lalu. Ia menegaskan bahwa bank sentral membutuhkan sebuah solusi pembayaran digital yang mencakup seluruh kawasan Eropa untuk menangani transaksi sehari-hari secara aman dan universal.
Proyek ini bertujuan menciptakan infrastruktur yang memungkinkan pertukaran euro digital antarbank secara efisien. Dengan demikian, mata uang ini dapat digunakan oleh masyarakat luas untuk berbagai keperluan transaksi harian.
”Tujuan kami bukan mengambil alih peran perbankan,” ujar Cipollone. Sebaliknya, ia menilai bahwa euro digital justru akan melengkapi infrastruktur perbankan yang ada saat ini agar mereka lebih kompetitif di era digital.
Hingga saat ini, pihak ECB belum menetapkan keputusan final terkait peluncuran euro digital. Bank sentral masih menjadwalkan penyelesaian proses legislatif terkait proyek ini hingga akhir 2026.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor















