
Jaringan blockchain Solana resmi mengaktifkan peningkatan konsensus bernama Alpenglow pada hari Rabu ini. Pembaruan ini secara drastis memangkas waktu konfirmasi transaksi dari sebelumnya 12,8 detik menjadi hanya sekitar 150 milidetik.
Tim inti Anza yang mengelola pengembangan tersebut menyatakan bahwa ini merupakan peningkatan jaringan paling ambisius sejak peluncuran perdana Solana pada tahun 2020. Validasi sistem ini dilakukan melalui pergantian protokol TowerBFT ke mekanisme baru saat jaringan utama tetap berjalan.
Pembaruan ini berfokus pada finalitas, yakni titik di mana transaksi tidak dapat dibatalkan kembali oleh pihak mana pun. Dalam dunia keuangan, momen ini sangat krusial karena menjadi acuan bagi bursa, bank, maupun pedagang untuk memastikan aset telah benar-benar berpindah tangan secara sah.
CEO Anza, Brennan Watt, menyamakan skala ambisi proyek ini dengan peristiwa The Merge pada jaringan Ethereum yang terjadi tahun 2022. Ia menjelaskan bahwa timnya berhasil membawa Alpenglow dari sekadar rancangan kertas putih menuju penerapan di jaringan utama dalam waktu kurang dari 18 bulan.
Sebelum resmi diterapkan, protokol ini melewati serangkaian pengujian ketat di lingkungan publik. Langkah tersebut mencakup simulasi peretasan, uji penetrasi sistem, hingga latihan migrasi berulang untuk memastikan keamanan data para pengguna di jaringan.
Teknologi Alpenglow bekerja dengan cara mengirimkan suara validator secara langsung satu sama lain tanpa harus menulisnya ke dalam blok data yang akan datang. Jika terdapat 80 persen suara yang sepakat, maka status blok tersebut langsung dinyatakan final secara permanen.
Roger Wattenhofer, kepala penelitian di Anza dan profesor di ETH Zurich, menyebutkan bahwa protokol ini dirancang tetap tangguh meski ada sebagian pihak yang bertindak curang atau mengalami kendala teknis. Jika jaringan melambat, waktu pembuatan blok akan diperpanjang secara otomatis agar pesan tetap tersampaikan dengan baik.
Pihak pengembang juga telah menyiapkan peta jalan untuk peningkatan selanjutnya di masa depan. Fokus berikutnya mencakup efisiensi penyebaran data blok, rotasi pemimpin yang lebih cerdas secara geografis, hingga pengembangan teknologi keamanan untuk melawan ancaman komputer kuantum.
Keputusan penerapan ini sebelumnya disetujui oleh 98 persen validator pada September 2025 melalui proposal SIMD-0236. Penyesuaian ini dipandang sebagai langkah besar untuk membawa Solana setara dengan kecepatan sistem pembayaran digital konvensional yang biasa digunakan masyarakat saat ini.
Kehadiran Alpenglow juga membuka peluang bagi perubahan kebijakan teknis lainnya di masa depan. Salah satunya adalah usulan penghapusan batas unit komputasi per blok agar kapasitas jaringan dapat berkembang lebih besar seiring dengan peningkatan kemampuan perangkat keras para validator.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor