
Perusahaan investasi asal Jepang, Metaplanet, resmi mengambil alih kepemilikan mayoritas perusahaan media gim Super League melalui kesepakatan bernilai 2.100 Bitcoin.
Langkah strategis ini memberikan kendali sebesar 93,7 persen kepada Metaplanet atas perusahaan yang terdaftar di bursa Nasdaq Amerika Serikat tersebut. Akses ke pasar modal Amerika Serikat menjadi target utama Metaplanet guna memperkuat struktur pendanaan mereka.
Berdasarkan dokumen yang diserahkan ke otoritas pasar modal Amerika Serikat atau SEC, pemegang saham Super League telah menyetujui penerbitan 435,9 juta lembar saham baru. Metaplanet menyetorkan 2.100 Bitcoin dan dana tunai sebesar USD 2,5 juta atau sekitar Rp39 miliar untuk memuluskan transaksi ini.
Sebagai imbalannya, Metaplanet menerima puluhan juta saham biasa dan saham preferen yang memberikan hak tata kelola perusahaan. Struktur ini memungkinkan Metaplanet menunjuk mayoritas jajaran direksi dan menentukan arah kebijakan strategis perusahaan ke depan.
Super League rencananya akan mengubah identitas merek mereka menjadi Superplanet dengan kode saham baru SUPA di bursa Nasdaq. Perubahan ini mencerminkan fokus perusahaan untuk meningkatkan kepemilikan Bitcoin per lembar saham bagi para investor mereka.
Strategi pendanaan ke depan tidak lagi akan bergantung pada instrumen utang konvensional. Mereka akan menerbitkan saham preferen yang tidak dapat dikonversi untuk membiayai pembelian Bitcoin tambahan di masa mendatang.
Metaplanet juga menyiapkan dukungan finansial tambahan berupa opsi investasi hingga USD 210 juta atau sekitar Rp3,2 triliun dalam bentuk saham preferen junior. Langkah ini dipandang sebagai upaya diversifikasi sumber dana setelah sebelumnya perusahaan lebih banyak mengandalkan pembiayaan berbasis yen di Jepang.
Ekspansi ini terjadi di tengah langkah agresif Metaplanet dalam mengumpulkan aset kripto. Saat ini, Metaplanet tercatat memegang sekitar 44.000 Bitcoin, menempatkan mereka sebagai pemegang korporasi terbesar kedua di dunia setelah perusahaan MicroStrategy.
Pasar modal Amerika Serikat dinilai sudah cukup matang untuk menyerap efek yang diterbitkan oleh perusahaan dengan cadangan Bitcoin sebagai aset utama. Model bisnis seperti ini menarik perhatian investor yang mencari eksposur terhadap Bitcoin tanpa harus membeli langsung aset kripto di bursa aset digital.
Sebelumnya, Metaplanet juga telah melakukan revisi kebijakan investasi dengan mengalokasikan 15 persen dari total aset untuk investasi strategis. Dana tersebut ditujukan untuk mendukung pembelian Bitcoin secara berkelanjutan sekaligus menjaga stabilitas pembagian dividen bagi pemegang saham.
Integrasi dengan pasar Amerika Serikat menjadi titik balik bagi operasional perusahaan di tingkat global. Dengan dukungan modal yang lebih luas, Metaplanet optimistis dapat mempercepat akumulasi aset sekaligus meningkatkan valuasi perusahaan di mata investor institusi global.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor