
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami kenaikan tipis pada perdagangan Senin, 12 Oktober 2024.
Data dari situs resmi Logam Mulia mencatat harga emas Antam ukuran 1 gram kini berada di angka Rp2,594 juta per gram. Nilai tersebut menunjukkan peningkatan sebesar Rp2.000 dibandingkan harga pada Minggu, 11 Oktober yang dipatok Rp2,592 juta per gram.
Seiring dengan pergerakan harga jual, nilai pembelian kembali atau buyback emas Antam juga menunjukkan tren penguatan hari ini. Perusahaan menetapkan harga buyback sebesar Rp2,408 juta per gram, atau naik Rp7.000 dari posisi sebelumnya di level Rp2,401 juta per gram.
Selisih antara harga jual dan harga buyback saat ini berada di kisaran Rp186 ribu per gram. Perlu diingat bahwa harga yang tercantum di situs resmi merupakan harga dasar yang belum memperhitungkan pajak penghasilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain Antam, pasar logam mulia di Indonesia juga mencatat variasi harga dari produsen lain pada periode yang sama. Sebagai contoh, harga emas BSI Gold untuk ukuran 1 gram diperdagangkan pada level Rp2,482 juta dengan nilai buyback Rp2,352 juta.
Di sisi lain, Galeri 24 mencatat harga jual emas sebesar Rp2,532 juta per gram. Sementara itu, produk emas dari UBS dibanderol dengan harga Rp2,556 juta per gram di pasar ritel.
Variasi harga antar produsen ini mencerminkan dinamika yang lazim terjadi di pasar logam mulia tanah air. Konsumen biasanya membandingkan harga beli dan nilai buyback sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi investasi jangka panjang maupun pendek.
Masyarakat yang berencana melakukan transaksi dalam jumlah besar, seperti emas batangan 1.000 gram, harus menyiapkan dana sebesar Rp2,534 miliar untuk produk Antam. Sementara untuk pecahan terkecil 0,5 gram, harga yang ditawarkan berada di angka Rp1,347 juta.
Fluktuasi harga emas domestik ini kerap dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas logam mulia di pasar internasional serta nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar AS. Faktor makro ekonomi global terus menjadi penggerak utama bagi harga jual di tingkat ritel nasional.
Para investor emas disarankan untuk selalu memantau pembaruan data harga secara berkala sebelum melakukan eksekusi pembelian atau penjualan. Langkah tersebut berguna untuk memastikan bahwa transaksi dilakukan pada level harga yang paling kompetitif sesuai dengan kondisi pasar harian.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor