Kebutuhan belanja infrastruktur AI perusahaan diprediksi mencapai 130 miliar hingga 145 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2.340 triliun sampai Rp 2.610 triliun sepanjang 2026. Total pengeluaran perusahaan secara keseluruhan diperkirakan berada di kisaran 165 miliar hingga 169 miliar dollar AS atau setara Rp 2.970 triliun hingga Rp 3.042 triliun.
Produk yang ditawarkan dalam unit bisnis baru ini sebenarnya memanfaatkan aset layanan yang sudah ada sebelumnya. Sebagai contoh, Muse kini memiliki paket berlangganan dengan harga 20 dollar AS atau sekitar Rp 360.000 hingga 100 dollar AS atau Rp 1,8 juta per bulan.
Meta juga mulai mengatasi kekhawatiran mengenai privasi data yang sering menjadi hambatan bagi perusahaan saat mengadopsi teknologi AI pihak ketiga. Mereka memperkenalkan fitur Muse Confidential VM yang berfungsi memisahkan ruang komputasi pengguna agar data tidak dapat diakses oleh Meta.
Desai menegaskan bahwa standar keamanan dan privasi telah menjadi fondasi utama dalam pengembangan produk-produk enterprise ini sejak tahap awal perancangan. Tujuan utamanya adalah memberikan rasa aman bagi perusahaan agar dapat meningkatkan skala bisnis mereka melalui sistem AI yang andal.
Meski telah diumumkan, Meta belum memberikan keterangan resmi terkait detail skema harga khusus untuk layanan enterprise maupun jadwal rilis ke publik secara luas. Pasar saat ini masih menanti bagaimana integrasi teknologi ini akan memengaruhi peta persaingan layanan komputasi awan global.