IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.688 di Awal Perdagangan Kamis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali sesi perdagangan Kamis (10/9/2026) dengan catatan positif.
Indeks mencatatkan penguatan sebesar 9,97 poin atau setara dengan 0,15 persen ke posisi 6.688,17.
Pergerakan indeks sepanjang awal sesi I terpantau berada pada rentang terbatas, yakni antara level 6.684 hingga 6.698. Berdasarkan data RTI, volume transaksi di pasar modal Indonesia mencapai 877,73 juta lembar saham. Nilai transaksi yang tercatat menyentuh Rp530,57 miliar dengan total 69.688 kali frekuensi perdagangan.
Sentimen positif menyelimuti pasar dengan dominasi saham yang mengalami kenaikan.
Data bursa menunjukkan sebanyak 285 saham ditutup di zona hijau. Sementara itu, 112 saham mencatatkan koreksi dan 261 saham lainnya bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Lima emiten memimpin daftar saham dengan kenaikan harga paling tinggi atau top gainers.
PT Victoria Investama Tbk (VICO) menjadi pemimpin pasar dengan lonjakan 19,25 persen menuju level Rp192 per saham. Mengikuti di posisi berikutnya, PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) menguat 15,58 persen ke level Rp230.
Selain itu, terdapat PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) yang naik 12,86 persen ke harga Rp158. Kenaikan juga dialami oleh PT Planet Propertindo Tbk (PLAN) sebesar 10 persen ke posisi Rp88 dan PT Atlas Nexus Group Tbk (OLIV) yang terangkat 8,7 persen menjadi Rp75 per lembar.
Di balik optimisme pasar pada pembukaan pagi ini, pelaku pasar perlu tetap waspada terhadap potensi pembalikan arah.
Reliance Sekuritas memprediksi IHSG berisiko mengalami tekanan jual hingga penutupan pasar. Tim analis menetapkan area support berada di level 6.596, sedangkan level resistance diproyeksikan pada posisi 6.723.
Proyeksi pelemahan ini sejalan dengan kondisi bursa di kawasan regional Asia yang cenderung tertekan.
Sebagai perbandingan, Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat turun 0,56 persen, sementara Indeks Kospi di Korea Selatan mengalami koreksi sebesar 0,21 persen. Kondisi pasar global sering kali menjadi acuan investor asing dalam menentukan posisi di pasar domestik.
Analisis teknikal dari Reliance Sekuritas memberikan sinyal kewaspadaan bagi investor.
Indikator menunjukkan candle terakhir IHSG membentuk pola black spinning top di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) dan 5 hari (MA5). Penggunaan indikator Stochastic juga mulai mengindikasikan potensi death cross pada area overbought atau area jenuh beli.
Secara teknikal, momentum kenaikan dinilai mulai memudar.
Reliance Sekuritas menegaskan bahwa potensi pelemahan masih membayangi pergerakan indeks sepanjang sisa waktu perdagangan hari ini. Sebagai strategi menghadapi volatilitas, mereka memberikan rekomendasi saham pilihan kepada investor, yaitu ELSA, PTRO, BULL, dan ISAT.
Keputusan untuk tetap melakukan diversifikasi aset menjadi pilihan bijak bagi investor di tengah ketidakpastian tren pasar.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor












