Saham ANTM Puncaki Pembelian Asing di Bursa, Net Buy Tembus Rp401,5 Miliar

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi salah satu saham yang paling diminati investor asing di Bursa Efek Indonesia. Emiten tambang emas ini mencatat akumulasi pembelian bersih asing terbesar dibandingkan saham lain dalam perdagangan pekan berjalan.
Hingga 9 September 2026, investor asing membukukan pembelian bersih saham ANTM mencapai Rp401,5 miliar.
Arus dana yang signifikan ini ikut menopang pergerakan saham Antam. Pada perdagangan Rabu (9/9/2026), harga saham ANTM melonjak 3,90% dan ditutup di level Rp3.200 per saham.
Lonjakan harga ANTM pada perdagangan terakhir juga diiringi aktivitas transaksi yang cukup tinggi.
Sebanyak 205,96 juta saham Antam berpindah tangan melalui 35.668 kali transaksi, dengan nilai perdagangan mencapai Rp650,98 miliar.
Dari total aktivitas tersebut, investor asing mencatat pembelian bersih sebesar Rp373,93 miliar hanya dalam satu sesi perdagangan. Angka itu menunjukkan sebagian besar akumulasi asing sepanjang pekan berjalan berasal dari aktivitas pembelian pada hari Rabu.
Pergerakan teknikal saham Antam turut menjadi perhatian pelaku pasar.
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mengamati ANTM masih berada dalam fase pengujian level resistance Rp3.200.
BRIDS merekomendasikan strategi Buy on break apabila saham tersebut mampu menembus level Rp3.200 dengan dukungan volume transaksi yang meningkat. Jika skenario ini terwujud, terdapat peluang pergerakan lanjutan menuju kisaran Rp3.249 hingga Rp3.312.
Dari indikator teknikal, MACD masih menunjukkan kondisi positif.
Namun, histogram yang berada di area negatif tipis membuat sinyal kenaikan perlu dikonfirmasi melalui peningkatan volume perdagangan. Ini berarti kemampuan ANTM mempertahankan momentum tidak hanya bergantung pada kenaikan harga, tetapi juga kekuatan transaksi saat menembus area resistance.
Dari sisi sentimen, harga emas global menjadi salah satu faktor yang mendukung prospek saham Antam.
BRIDS mencatat harga emas telah naik melewati US$4.400 per ons troi, didorong pelemahan dolar Amerika Serikat serta meningkatnya ekspektasi terhadap arah kebijakan bank sentral.
Pelemahan dolar AS biasanya membuat emas lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan. Sementara itu, ekspektasi kebijakan moneter longgar atau kekhawatiran inflasi seringkali mendorong investor mencari aset lindung nilai seperti emas.
Kondisi ini menjadi katalis positif bagi emiten yang memiliki eksposur terhadap komoditas emas.
Namun, investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko yang dapat mengubah sentimen pasar.
Kenaikan harga minyak serta potensi peningkatan suku bunga merupakan salah satu faktor yang berpotensi menekan daya tarik emas.
Emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset) menjadi kurang menarik ketika suku bunga tinggi. Hal ini membuat investasi pada instrumen berbunga, seperti obligasi, lebih menguntungkan dibandingkan menyimpan emas.
Perhatian investor terhadap ANTM juga berpotensi meningkat karena perseroan dijadwalkan menggelar paparan publik.
Paparan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Public Expose 2026 yang akan dilaksanakan pada Kamis (10/9/2026) sore.
Agenda ini menjadi momentum bagi investor untuk mencermati perkembangan terbaru perusahaan, strategi bisnis, serta informasi lain yang dapat memengaruhi prospek kinerja Antam ke depan. Dengan kombinasi akumulasi asing, momentum harga emas, dan pengujian resistance Rp3.200, pergerakan ANTM menjadi salah satu yang layak dicermati dalam perdagangan saham hari ini.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)










