
Bocoran spesifikasi Xiaomi 18 Pro Max versi global kini mulai terungkap melalui pengujian platform Geekbench AI. Kemunculan data ini memberikan gambaran awal mengenai chipset dan kapasitas memori dari ponsel unggulan terbaru pabrikan Tiongkok tersebut.
Perangkat yang tercatat dengan nomor model 2611FPNFAG itu dipastikan mengusung System on Chip (SoC) buatan Qualcomm, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6.
Penggunaan chipset ini menyamai spesifikasi varian yang dirilis untuk pasar domestik Tiongkok. Langkah Xiaomi ini menegaskan keseragaman performa inti untuk seluruh lini pasar secara internasional. Namun, beberapa komponen pendukung kerap mengalami penyesuaian saat dipasarkan di luar negeri.
Berdasarkan data pengujian Geekbench AI, sampel prototipe yang teruji dilengkapi dengan kapasitas memori terpasang sebesar RAM 12 GB. Di pasar Tiongkok, Xiaomi menyediakan pilihan memori yang lebih bervariasi, yakni RAM 12 GB dan 16 GB.
Belum dapat dipastikan apakah Xiaomi akan membawa kedua varian RAM tersebut ke pasar global. Sering kali produsen memilih satu varian utama untuk menekan biaya distribusi dan logistik di luar Tiongkok.
Perbedaan paling menyolok justru berpotensi terjadi pada sektor daya tahan baterai. Varian Tiongkok dibekali baterai jumbo berkapasitas 8.500 mAh yang dipadukan dengan pengisian daya super cepat. Sebaliknya, temuan awal dari kode sumber sistem operasi HyperOS menunjukkan versi global hanya membawa baterai 7.050 mAh.
Penurunan kapasitas baterai hingga 1.450 mAh ini diduga kuat berkaitan dengan regulasi ketat mengenai bobot maksimum perangkat dan standar keamanan angkut udara di negara-negara Eropa dan Amerika.
Dari sisi tampilan visual, spesifikasi model Tiongkok menyajikan panel utama LTPO AMOLED berukuran 6,9 inci dengan resolusi tinggi 1.208 x 2.624 piksel. Layar tersebut mendukung refresh rate adaptif 120 Hz serta tingkat kecerahan puncak mencapai 4.000 nit. Xiaomi juga menyematkan layar sekunder LTPO AMOLED berukuran 2,9 inci pada bagian belakang untuk navigasi cepat dan foto selfie.
Sektor fotografi menjadi salah satu keunggulan utama dengan kehadiran sensor kamera utama beresolusi 200 MP yang dilengkapi teknologi pemantap gambar OIS. Kamera tersebut disandingkan dengan lensa periskop telefoto 200 MP dengan kemampuan optical zoom 3,2x dan kamera ultrawide 50 MP.
Untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video berkualitas tinggi, Xiaomi menyediakan kamera depan beresolusi 50 MP.
Opsi penyimpanan internal di pasar Tiongkok ditawarkan mulai dari 256 GB, 512 GB, hingga kapasitas terbesar 1 TB. Meski demikian, belum ada kepastian mengenai konfigurasi penyimpanan mana yang akan dibawa ke pasar internasional.
Bagi konsumen di Indonesia, munculnya pengujian di basis data Geekbench ini mengindikasikan bahwa peluncuran produk secara internasional semakin dekat. Perangkat flagship ini diprediksi harus melalui pengujian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di Kementerian Perindustrian terlebih dahulu sebelum dipasarkan secara resmi.
Penyesuaian kapasitas baterai kemungkinan akan mempengaruhi pertimbangan konsumen Tanah Air yang menyukai ponsel berdaya tahan ekstra tinggi. Namun, kehadiran chipset kelas atas Snapdragon tetap memberikan daya tarik kuat di segmen ponsel ultra-premium.
Persaingan di kelas atas Indonesia dipastikan semakin ketat mengingat ponsel ini akan berhadapan langsung dengan lini flagship dari produsen lain seperti Samsung dan Apple. Detail mengenai tanggal peluncuran dan penetapan harga resmi masih menunggu pengumuman dari manajemen Xiaomi.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor