Inggris Sanksi Bursa Kripto hingga Platform Pembayaran Terkait Rusia

Pemerintah Inggris resmi menjatuhkan sanksi baru terhadap tiga bursa mata uang kripto dan dua platform pembayaran yang diduga kuat memfasilitasi penghindaran sanksi keuangan Rusia. Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan langkah ini diambil untuk menekan jaringan pendanaan ilegal yang beroperasi melintasi perbatasan negara.
Target utama sanksi tersebut mencakup Xeltox Enterprises, perusahaan yang terdaftar di Vancouver, Kanada, karena keterkaitannya dengan operasional Cryptomus. Selain itu, otoritas Inggris juga menyasar dua perusahaan asal Kirgistan, yaitu TokenSpot dan Tsunami Payments, yang diketahui berbagi lokasi kantor yang sama di Bishkek.
Sanksi tersebut juga menargetkan Processing KG, operator layanan pembayaran VexPay yang berafiliasi dengan Kementerian Keuangan Kirgistan. Direktur perusahaan tersebut, Ulan Bukabaev, turut masuk ke dalam daftar sanksi individu bersamaan dengan entitas yang dipimpinnya.
Perusahaan yang terkena dampak tidak hanya menghadapi pembekuan aset secara penuh. Mereka kini juga terkena sanksi layanan internet, yang mewajibkan penyedia layanan internet serta toko aplikasi untuk memblokir akses pengguna di Inggris ke situs dan platform mereka.
Tindakan tegas ini berkaitan erat dengan operasi jaringan finansial A7 yang disebut pemerintah Inggris sebagai jaringan pendanaan ilegal yang didukung Kremlin. Jaringan A7 dilaporkan telah memindahkan dana lebih dari USD 90 miliar atau sekitar Rp1.417 triliun sepanjang tahun lalu, jumlah yang setara dengan setengah dari total anggaran belanja militer Rusia.
Pemerintah Inggris mencatat bahwa setidaknya dua dari perusahaan yang disanksi memfasilitasi transaksi melalui jaringan A7 tersebut. Sanksi aset kripto ini merupakan bagian dari paket tindakan terhadap 38 entitas yang juga mencakup perusahaan minyak Rusia, Zarubezhneft dan INK Capital.
Data resmi menunjukkan bahwa sanksi Inggris kini mencakup lebih dari 90 persen kapasitas produksi minyak Rusia. Selain itu, London menambah daftar 12 kapal tanker dalam armada bayangan yang beroperasi tanpa regulasi resmi, sehingga total kapal yang disanksi kini melampaui 600 unit.
Langkah ini menambah tekanan terhadap rantai pasokan militer Rusia yang sedang berupaya mendapatkan komponen kritis untuk rudal dan drone. Sejak awal konflik, Inggris bersama Amerika Serikat dan Uni Eropa terus menyasar perusahaan kripto yang diduga menjadi jalur pintas bagi arus uang terlarang.
Sebelumnya, Inggris juga telah menjatuhkan sanksi pada platform HTX milik Justin Sun atas tuduhan serupa. Amerika Serikat kini telah menetapkan A7 sebagai organisasi kriminal transnasional, sementara Uni Eropa sedang memproses larangan total terhadap transaksi kripto dengan entitas Rusia.
Operasi penegakan hukum terkait penghindaran sanksi ini telah menghasilkan 128 penangkapan di Inggris. Pihak berwenang juga melakukan penyitaan aset dalam bentuk uang tunai dan mata uang kripto yang nilainya signifikan dalam upaya memutus rantai pendanaan perang Rusia.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor








:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370186/original/018481500_1791591994-000_D2TG3UP.jpg)




