Data Pribadi Anda Dijual Bebas di Internet, Inilah Cara Menghapusnya

Menghapus jejak data pribadi di internet kini menjadi kebutuhan mendesak di tengah maraknya praktik jual beli informasi tanpa persetujuan pemiliknya. Banyak orang masih mengandalkan fitur privasi bawaan dari perangkat seluler mereka, namun cara tersebut belum mampu menjangkau data yang sudah terlanjur dikumpulkan oleh broker data selama bertahun-tahun.
Praktik jual beli data ini sering kali terjadi karena persetujuan pengguna yang tidak sengaja diberikan melalui syarat dan ketentuan saat mengunduh aplikasi. Broker data mengumpulkan informasi sensitif, mulai dari riwayat lokasi hingga nomor jaminan sosial, untuk kemudian dijual kepada pihak ketiga yang membutuhkan.
Risiko keamanan siber ini bersifat akumulatif seiring berjalannya waktu bagi setiap individu. Peretas dapat memanfaatkan informasi yang terbeli untuk membuat pesan phishing yang sangat meyakinkan, atau bahkan melacak lokasi fisik seseorang melalui direktori pencarian publik yang tersedia secara bebas di internet.
Secara hukum, banyak negara memberikan hak kepada warga untuk meminta penghapusan informasi pribadi dari basis data broker tersebut. Meski demikian, prosesnya dirancang sangat sulit dan melelahkan karena harus dilakukan satu per satu kepada ratusan perusahaan berbeda yang sering kali mempersulit prosedur keluar atau opt-out.
Otomatisasi menjadi solusi yang mulai dilirik oleh para pengguna internet untuk memangkas waktu penghapusan data secara mandiri. Layanan seperti Incogni kini menawarkan bantuan dengan mengirimkan permintaan penghapusan data secara legal kepada lebih dari 420 basis data broker secara sekaligus, serta memantau jika ada data yang masuk kembali.
Peringatan Pekan Kesadaran Keamanan Siber yang berlangsung saat ini menjadi momentum tepat untuk mulai membersihkan jejak digital Anda. Langkah ini sama urgennya dengan penggunaan kata sandi yang kuat atau autentikasi dua faktor untuk meminimalisasi risiko penipuan dan pencurian identitas yang kian canggih.
Bagi Anda yang baru mulai mengamankan privasi, penggunaan alat otomatisasi dapat menghemat waktu yang biasanya habis untuk berurusan dengan birokrasi perusahaan data broker. Dengan membatasi akses broker terhadap informasi pribadi, Anda secara langsung mengurangi target serangan bagi pelaku kejahatan siber yang menyasar data sensitif individu maupun keluarga.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor











