Jejak Timnas Putri Asia Tenggara di Piala Dunia Wanita dan Tantangan Indonesia

Tiga negara di Asia Tenggara telah menorehkan sejarah dengan tampil pada ajang Piala Dunia Wanita. Thailand, Vietnam, dan Filipina berhasil menembus panggung sepak bola dunia, sementara Timnas Putri Indonesia masih berjuang mengejar ketertinggalan.
Thailand mencatatkan diri sebagai pionir setelah tampil perdana pada edisi 2015 di Kanada dan kembali berlaga pada 2019 di Prancis. Keberhasilan tim berjuluk Chaba Kaew itu memberikan inspirasi bahwa negara kawasan ini memiliki potensi besar untuk bersaing di level internasional.
Filipina dan Vietnam kemudian mengikuti jejak tersebut dengan debut mereka pada Piala Dunia Wanita 2023 yang diselenggarakan bersama oleh Australia dan Selandia Baru. Filipina bahkan sukses mengamankan tempat untuk turnamen berikutnya di Brasil, sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa konsistensi adalah kunci dalam membangun prestasi sepak bola.
Indonesia sendiri masih menghadapi jalan terjal untuk mewujudkan ambisi tampil di turnamen bergengsi tersebut. Garuda Pertiwi belum mampu menembus level kompetisi tertinggi Asia yang menjadi prasyarat utama untuk memperebutkan tiket ke Piala Dunia Wanita.
Upaya Indonesia untuk melaju ke Piala Asia Wanita 2026 di Australia terhenti di fase kualifikasi. Skuad Merah Putih finis di posisi ketiga Grup D setelah mencatatkan satu kemenangan atas Kirgistan dan menelan kekalahan dari Pakistan serta Chinese Taipei.
Kegagalan tersebut menjadi refleksi atas kebutuhan perbaikan mendasar dalam ekosistem sepak bola wanita tanah air. Penguatan kompetisi domestik dan pembinaan pemain usia dini secara berkelanjutan dianggap sebagai fondasi utama sebelum berbicara tentang persaingan global.
Sebagai informasi, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menetapkan Piala Asia Wanita sebagai jalur utama kualifikasi menuju Piala Dunia Wanita. Untuk edisi 2027, Asia mendapatkan jatah enam tiket langsung serta dua slot melalui babak play-off antar-konfederasi.
Menurut laporan ESPN per Maret 2026, format kualifikasi mewajibkan tim untuk menembus putaran final Piala Asia yang diikuti oleh 12 negara peserta. Setelah fase grup, delapan tim akan bertanding di perempat final untuk memperebutkan tiket langsung ke Piala Dunia.
Tim yang kalah di perempat final pun masih memiliki peluang melalui jalur play-in agar bisa mengamankan tiket sisa. Jalur ini menuntut kualitas permainan yang tinggi karena persaingan antar tim Asia kini semakin ketat dan merata.
Bagi Indonesia, tantangan pertama adalah menjadi peserta reguler dalam putaran final Piala Asia Wanita. Konsistensi dalam mengikuti setiap agenda kualifikasi merupakan langkah awal untuk membangun mentalitas serta pengalaman bertanding di level yang lebih kompetitif.
Peluang Garuda Pertiwi tentu belum tertutup jika ada perencanaan yang terukur dan dukungan penuh bagi sepak bola wanita. Membangun fondasi yang kuat saat ini akan menentukan kapan timnas Indonesia dapat berdiri sejajar dengan negara-negara lain di Piala Dunia Wanita.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor










