9 Tips Pilih Kipas Angin Hemat Listrik, Ternyata Bisa Bikin Tagihan Turun Drastis

Cuaca yang kian menyengat memaksa banyak rumah tangga di Indonesia menyalakan kipas angin selama berjam-jam setiap harinya. Jika salah pilih perangkat, jangan kaget jika tagihan listrik bulanan membengkak secara drastis.
Kementerian ESDM telah memperluas penerapan Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM) dan Label Tanda Hemat Energi (LTHE) sejak tahun 2021 untuk perangkat kipas angin. Memperhatikan label ini menjadi langkah awal paling cerdas untuk memastikan efisiensi daya produk yang Anda beli di toko elektronik.
Langkah pertama yang paling mendasar adalah memeriksa konsumsi daya dalam satuan watt pada kemasan produk. Semakin rendah angka watt yang tertera, semakin kecil energi yang diserap perangkat setiap jamnya. Perlu dipahami bahwa angka tersebut biasanya merujuk pada pemakaian di kecepatan tertinggi, sehingga Anda bisa menghemat lebih banyak saat menggunakan kecepatan rendah.
Untuk mengetahui estimasi biaya, Anda bisa menghitungnya dengan rumus: daya (watt) dikali durasi pemakaian (jam), kemudian dibagi 1.000 untuk mendapatkan satuan kilowatt jam (kWh). Kalikan angka tersebut dengan tarif listrik per kWh yang berlaku di rumah Anda. Selisih daya yang tampak sepele dalam hitungan harian, ternyata bisa memberikan dampak signifikan pada akumulasi biaya bulanan.
Jangan terpaku hanya pada watt, karena efisiensi motor juga sangat menentukan performa perangkat. Teknologi motor DC tanpa sikat, atau sering disebut brushless, kini mulai banyak digunakan karena jauh lebih hemat energi dibandingkan motor AC konvensional. Meskipun harganya sedikit lebih mahal di awal, investasi ini akan terbayar melalui efisiensi energi jika kipas digunakan secara intensif setiap hari.
Selain motor, pemilihan ukuran kipas yang menyesuaikan luas ruangan sangat berpengaruh terhadap efisiensi penggunaan. Menggunakan kipas berukuran besar di ruangan sempit adalah tindakan pemborosan, begitu pula sebaliknya. Penempatan kipas yang strategis akan mengoptimalkan aliran udara sehingga Anda tidak perlu terus-menerus mengaturnya pada kecepatan maksimal.
Bentuk serta kemiringan baling-baling juga menjadi penentu seberapa efektif udara dipindahkan dalam satu putaran. Desain yang optimal memungkinkan kipas menghasilkan embusan angin yang kuat meskipun beroperasi pada putaran rendah. Jika memungkinkan, cobalah menyalakan unit di toko dan rasakan aliran anginnya secara langsung sebelum Anda memutuskan untuk membayar di kasir.
Beberapa fitur tambahan seperti pengatur waktu atau timer juga terbukti sangat membantu menekan konsumsi listrik yang tidak perlu saat Anda terlelap. Pastikan pula produk yang dipilih telah mengantongi sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai jaminan keamanan perangkat. Membeli barang dengan garansi resmi tidak hanya memberikan ketenangan pikiran, tetapi juga memastikan umur pakai kipas yang lebih panjang dan tahan lama.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor









