Ketiga, tegaskan batasan melalui pengaturan notifikasi perangkat komunikasi. Begitu jam kerja selesai, Anda sebaiknya mematikan notifikasi surel atau aplikasi pesan instan kantor agar tidak ada distraksi yang mengganggu waktu istirahat.
Selain aspek digital, batasi pula pembahasan topik pekerjaan saat sedang berkumpul dengan teman atau keluarga. Mengalihkan pembicaraan ke arah hobi, film, atau rencana liburan akan membantu otak melepaskan diri dari bayang-bayang tekanan kantor.
Terakhir, berikan apresiasi pada diri sendiri dengan menjadwalkan me time secara rutin. Anda perlu memasukkan agenda seperti olahraga, perawatan diri, atau sekadar waktu santai ke dalam kalender pribadi layaknya menjadwalkan pertemuan dengan klien penting.
Perlakukan komitmen waktu pribadi tersebut dengan keseriusan yang sama seperti tanggung jawab profesional. Ketika kebahagiaan diri diprioritaskan, cadangan energi mental akan terisi kembali sehingga Anda dapat menghadapi tantangan di tempat kerja dengan lebih semangat dan produktif.
Keseimbangan antara karier dan kesehatan mental adalah investasi jangka panjang. Dengan mengelola waktu secara disiplin, kualitas hidup dan performa kerja akan meningkat secara beriringan.