Respons positif dari pihak Indonesia pun telah ditunjukkan melalui berbagai forum dialog yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia bersama DPR dan DPD RI pada Juni lalu. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperingati Hari Dialog Antarperadaban Internasional yang ditetapkan PBB.
Direktur Sino-Nusantara Institute, Ahmad Syaifuddin Zuhri, menegaskan bahwa kehadiran Indonesia Friends of Silk Road Club dirancang untuk memperkuat hubungan bilateral melalui jalur masyarakat atau people to people.
Penguatan hubungan tidak boleh hanya berhenti pada tataran pemerintah. Interaksi langsung antarwarga diyakini sebagai kunci utama untuk menjaga stabilitas hubungan bilateral jangka panjang.
Ke depan, organisasi ini telah menyusun serangkaian agenda strategis untuk meningkatkan keterlibatan publik. Program yang disiapkan mencakup pertukaran pemuda dan pelajar, diskusi, hingga seminar bagi kalangan pebisnis.
Sino-Nusantara Institute yang berdiri sejak 2023 juga berencana melakukan rangkaian roadshow di sejumlah kota di Indonesia. Langkah ini diambil untuk menyosialisasikan pentingnya pertukaran peradaban di kalangan generasi muda Indonesia dan Tiongkok demi menciptakan pemahaman yang lebih inklusif dan berkelanjutan.