Di sisi lain, China telah menunjukkan upaya untuk memulihkan pasokan domestik mereka. Produksi batu bara mentah di China pada Agustus 2026 tercatat mencapai 361,82 juta ton.
Angka tersebut merepresentasikan pertumbuhan sebesar 5,4 persen secara bulanan setelah mengalami penurunan selama dua bulan beruntun. Meski demikian, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, produksi China masih mencatatkan penurunan sebesar 7,7 persen.
Data dari pemerintah setempat menunjukkan rata-rata produksi harian mencapai 11,67 juta ton atau naik dari posisi 11,07 juta ton pada Juli. Namun, angka harian ini secara tahunan masih lebih rendah sekitar 7,38 persen dibandingkan kondisi pada Agustus 2025.
Secara kumulatif sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026, produksi batu bara China berada di angka 3,06 miliar ton. Realisasi ini menunjukkan penurunan sebesar 3,3 persen secara tahunan yang menunjukkan bahwa pasokan energi di China belum sepenuhnya pulih ke level normal.
Keterbatasan pasokan dari tambang domestik sebenarnya sempat menahan laju penurunan harga yang lebih dalam. Pasar tetap berada dalam posisi waspada terhadap setiap kebijakan baru dari China yang mendominasi konsumsi energi global.