Koneksi 5G Buruk di India, Warga Desa Ikat Teknisi Telekomunikasi ke Menara

Seorang teknisi telekomunikasi asal India bernama Aditya Bhan Singh menjadi korban penyekapan oleh penduduk Desa Hardauli setelah dipaksa terikat di menara pemancar atau BTS pada Senin (14/9/2026).
Peristiwa ini dipicu oleh kekesalan warga setempat yang menilai kualitas jaringan 5G di wilayah mereka tidak memadai selama dua tahun terakhir. Situasi tersebut memuncak saat Singh datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan rutin.
Video mengenai insiden tersebut beredar luas di berbagai platform media sosial. Dalam tayangan itu, Singh terlihat tidak berdaya saat dikelilingi oleh sejumlah warga yang meluapkan kemarahannya secara langsung.
Kepala Kepolisian Fatehpur, Abhimanyu Manglik, menyatakan bahwa warga mengklaim konektivitas seluler di desa tersebut sangat buruk. Padahal, menara telekomunikasi swasta sudah beroperasi di sana sejak lama.
Masyarakat desa merasa dirugikan karena mereka tetap membayar biaya layanan bulanan untuk akses 5G namun tidak mendapatkan hasil yang sepadan. Gangguan sinyal bahkan sering terjadi meski pasokan listrik di menara tersebut dalam kondisi normal.
Dalam tuntutannya, massa menolak untuk melepaskan Singh hingga pihak manajemen atau pejabat senior dari perusahaan telekomunikasi terkait datang ke desa. Mereka menuntut solusi konkret atas masalah koneksi yang berlarut-larut sejak dua tahun ke belakang.
Menanggapi aksi main hakim sendiri ini, kepolisian bergerak cepat dengan melakukan penangkapan terhadap enam orang warga. Para tersangka adalah Rahul Patel, Suraj Yadav, Alok Patel, Yogendra Patel, Alok Yadav, dan Sachin Patel.
Keenam orang tersebut sempat diamankan pihak berwenang namun kemudian dibebaskan setelah membayar jaminan. Meski pelaku telah dibebaskan, aparat menegaskan bahwa proses hukum terkait tindakan penyekapan tersebut masih terus berjalan.
Pihak kepolisian juga berkomitmen untuk mendalami keluhan masyarakat mengenai buruknya layanan jaringan di daerah tersebut. Investigasi akan difokuskan pada alasan teknis mengapa kualitas 5G di Desa Hardauli tidak mencapai standar yang dijanjikan operator.
Hingga saat ini, pihak penyedia layanan telekomunikasi swasta yang menaungi menara tersebut belum memberikan pernyataan resmi kepada publik. Kesenjangan antara janji pemasaran teknologi 5G dan realita infrastruktur di wilayah pedesaan sering kali memicu gesekan sosial di India.
Kasus ini memberikan gambaran mengenai besarnya ketergantungan masyarakat modern terhadap akses internet yang stabil. Ketidakpuasan yang memuncak kerap berujung pada aksi radikal ketika kanal komunikasi formal antara pengguna dan penyedia layanan dianggap tidak lagi efektif.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor











