
Aktor kenamaan Randy Pangalila resmi mengakhiri kiprahnya di arena pertarungan profesional setelah mencatat kemenangan gemilang atas atlet Muay Thai nasional Jekson Karmela, atau yang akrab disapa Kkajhe. Keputusan untuk pensiun dari dunia tarung ini diambil Randy Pangalila, salah satunya demi memenuhi keinginan keluarga yang khawatir akan risiko cedera serius yang mungkin terjadi, seperti yang diungkapkan dalam beberapa laporan media nasional.
Duel pamungkas tersebut, yang berlangsung sengit, menjadi penutup perjalanan Randy di dunia olahraga beladiri yang telah membesarkan namanya sebagai seorang petarung di samping karier utamanya. Ia berhasil menumbangkan Kkajhe, lawan yang dikenal tangguh, melalui kemenangan Technical Knockout (TKO) pada ronde pertama; sebuah performa yang mengesankan banyak pihak dan menegaskan dominasinya.
Randy menegaskan bahwa keputusan untuk mengakhiri karier tarungnya telah disampaikan sejak sebelum pertandingan terakhirnya. Meskipun sempat mendapat tawaran bayaran yang sangat menggiurkan dari promotor untuk kembali bertanding, ia menyatakan tidak akan mengubah pendiriannya yang bulat.
"Kalau itu sepertinya saat pertandingan terakhir, aku sudah bilang dengan sangat jelas bahwa itu perpisahan, pertandingan terakhir," ujar Randy Pangalila, menegaskan komitmennya saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Faktor keluarga menjadi alasan fundamental di balik keputusan berat ini. Randy mengungkapkan bahwa kedua orang tuanya sempat menangis haru setelah menyaksikan kemenangannya, memohon dengan sangat agar ia tidak lagi kembali ke atas ring pertarungan. Kekhawatiran mereka akan risiko fisik jangka panjang yang mengintai di setiap pertarungan menjadi pertimbangan utama bagi sang aktor.
Tak hanya orang tua, sang istri tercinta, Chelsey Frank, juga sempat menyuarakan keberatan serupa. Chelsey menilai suaminya telah memiliki kehidupan yang stabil dan karier yang mapan di dunia hiburan, sehingga tidak perlu lagi mengambil risiko cedera serius yang dapat memengaruhi masa depan keluarga.
Randy mengenang bahwa istrinya telah menyampaikan keberatan serupa jauh sebelum ia memutuskan untuk mengambil pertandingan terakhirnya. Ia lantas meminta pengertian dan dukungan sang istri untuk satu pertarungan lagi, dengan janji tegas bahwa duel tersebut akan menjadi penutup kariernya di arena.
"Sebelum aku mengambil pertandingan terakhir itu, sebenarnya dia juga sudah bilang, 'Sudahlah, buat apa? Kamu juga sudah baik-baik saja, sudah sukses, tidak perlu juga.' Namun, waktu itu aku bilang, 'Sayang, tolong dukung aku untuk yang terakhir kali, tetapi aku janji ini yang terakhir,'" kenang Randy dengan sedikit haru.
Bagi Randy, kemenangan atas Kkajhe bukan sekadar prestasi, melainkan sebuah penutup yang sempurna dan memuaskan. Hasil tersebut sekaligus mengukuhkan rekornya tanpa kekalahan di panggung pertarungan yang selama ini ia jalani; sebuah catatan impresif bagi seorang aktor yang merambah dunia tarung.
Fenomena selebritas yang merambah dunia olahraga tarung memang kian marak, namun keputusan Randy menunjukkan pentingnya keseimbangan antara passion dan tanggung jawab keluarga. Kemenangan melalui TKO pada ronde pertama atas Kkajhe ini memang menjadi momen yang sangat berkesan baginya dan disaksikan oleh banyak penggemar.
Ia memastikan babak kehidupannya di dunia pertarungan kini telah usai, ditutup dengan catatan manis yang tak terlupakan. Randy akan kembali fokus sepenuhnya pada karier seni peran dan kehidupannya bersama keluarga, meninggalkan ring dengan kepala tegak.
"Pertandingan terakhir kemarin melawan Kkajhe. Itu penutupan, penutupan yang paling manis. Jadi, aku menutup babak kehidupanku di dunia pertarungan dan meninggalkannya, selesai," pungkas Randy, mengakhiri perbincangan.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor
